joglosemar

Sabar Ya, Sragen Akan Segera Punya 3 Rumah Sakit

Minggu, 15 Agustus 2021 | 17:00 WIB
Bupati Sragen tinjau pembangunan RSUD (Humas Pemkab Sragen)

Ini kabar gembira untuk warga Kecamatan Tangen , Kabupaten Sragen. Pasalnya sebelum akhir tahun ini, warga akan memliki rumah sakit sendiri yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangen. Lokasinya di Dukuh Brakbunder, Desa Katelan, Kecamatan Tangen. RSUD tipe D ini, ditargetkan bisa selesai pada akhir tahun dan akan menjadi rumah sakit ketiga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati memastikan pengerjaannya dengan meninjau langsung proses pembangunan RSUD Tangen, Sabtu (14/8/2021). Bupati Yuni menyampaikan pembangunan RSUD Tangen sesuai jadwal dan menunjukkan progres yang sangat baik. 

"Alhamdulillah, sesuai jadwal, dan progresnya sangat bagus. Sampai bulan Agustus ini deviasi pekerjaan sudah bisa mencapai 11%, melebihi target yang ditentukan yang mestinya baru 6%. InsyaAllah, Desember sudah selesai. Semoga Allah memberikan kemudahan berkah dan manfaat untuk masyarakat," kata Bupati Yuni.

Baca Juga: Inilah Cara Cerdas Menggunakan Antibiotik

Sebagai seorang dokter, RSUD Tangen ini diharapkan Bupati Yuni bisa mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi warga Bumi Sukowati yang ada di kawasan Sragen Utara Bengawan Solo.

"Tangen kota ketiga setelah Sragen dan Gemolong. Impian kedepan menepis kesenjangan wilayah Selatan dan Utara Bengawan Solo," harap Bupati.

Bupati mengatakan RSUD Tangen nanti dilengkapi poliklinik umum, poliklinik spesialis, dan poliklinik gigi. Sedangkan kapasitas tempat tidur untuk pasien minimal sejumlah 50 bed.

Baca Juga: Sampah Medis Bisa Jadi Momok Lingkungan. Yuk Kelola Sampah Medismu!

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dr. Agus Sudarmanto optimis pembangunan RSUD tipe D itu bisa selesai lebih cepat, yakni sebelum Desember 2021. Meski demikian, pihaknya mengaku kesulitan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM), terutama dokter spesialis. Karena nantinya semua poliklinik harus ada dokternya. Sedangkan, untuk kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) sebagian sudah disiapkan.

Agus menambahkan tahun 2022 tinggal melengkapi syarat perizinan dan pemenuhan SDM.

"Prinsipnya pada 2021 ini menyiapkan gedung dan sarana prasarana lainnya lalu pada 2022 sudah siap dioperasionalkan," pungkasnya

Tags

Terkini