joglosemar

Tak Mau Ambil Resiko, Pemkab Bantul Mulai Vaksinasi Ibu Hamil

Minggu, 15 Agustus 2021 | 16:00 WIB
Vaksin ibu hamil mulai berjalan di Bantul (Humas Pemkab Bantul)

Pemerintah Kabupaten Bantul , DIY, mulai mengejar target vaksinasi bagi ibu hamil. 

Vaksinasi untuk ibu hamil ini mulai dilakukan pada Jumat lalu (13/08) di Puskesmas Bambanglipuro. Pemkab tidak mau mengambil resiko  karena ibu hamil rentan terinfeksi covid-19 dan beresiko tinggi mengalami gejala berat.

Kepala Puskesmas Bambanglupiro, Dokter Tarsisius Glory, mengatakan vaksinasi untuk ibu hamil menggunakan tiga jenis vaksin yang sudah ditentukan, yaitu Sinovac, Moderna, dan Pfizier. Seperti pada umumnya, ibu hamil akan diberikan dua kali dosis vaksin dan dosis kedua akan diberikan sesuai dengan ketentuan masing-masing vaksin yang digunakan.

Baca Juga: Pemkot Semarang Terima Vaksin Moderna Untuk Booster Tenaga Kesehatan

“ Saat ini sudah ada tiga jenis vaksin yang boleh dipergunakan untuk ibu hamil, yaitu Moderna, Sinovac, dan Pfizier. Untuk hari ini, vaksin yang kami gunakan adalah Sinovac. Harapannya ibu hamil, anak yang dikandung bisa sehat, terlindungi dan tidak terpapar Covid-19, karena resiko mereka paling besar,” jelas dr Tarsisius.

Setelah vaksin, ibu hamil harus tetap melakukan kontrol rutin (Humas Pemkab Bantul)

Untuk dapat menerima vaksin, usia kandungan dari ibu hamil sekitar 13 sampai dengan 33 minggu. Selain itu, ibu hamil yang bisa menerima vaksinasi  adalah yang belum pernah terpapar covid-19. Jika sudah pernah terpapar, maka vaksinasi bisa dilakukan tiga bulan setelah terpapar dan kondisi ibu hamil dalam keadaan sehat.

Baca Juga: Begini Cara Mendowload Sertifikat Vaksin

Usai vaksin didapatkan, ibu hamil wajib memantau perkembangan janin selama kehamilan dan juga berkomunikasi aktif dengan bidan puskesmas apabila terdapat gejala-gejala paska vaksinasi.

 

Tags

Terkini