joglosemar

Ganjar Pranowo Minta Warga Jateng Siaga Bencana Saat Libur Akhir Tahun

Sabtu, 11 Desember 2021 | 09:12 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (pic. pemprov jateng)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bersamaan dengan masih tingginya curah hujan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengingatkan warga untuk tetap siaga bencana alam.

“Dengan skenario apapun, mudah-mudahan kita siaga semuanya. Termasuk saya ingatkan untuk siaga bencana,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seusai memimpin Rapat Forkopimda Jateng Damai Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Aman Dari Covid-19 di Kantornya di Semarang, Jumat (10/12).

Pelaksana Tugas (Plt) Kalakhar BPBD Provinsi Jateng, Safrudin mengatakan, pihaknya telah melakukan kesiapsiagaan bencana menghadapi Nataru.  Di antaranya telah memetakan daerah rawan banjir, banjir bandang, sampai longsor.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Oded M Danial Meninggal, Pak Uu: Mang Oded Tutup Usia Dalam Keadaan Syahid

Baca Juga: Wali Kota Bandung Oded Dimakamkan di Samping Makam Orangtuanya

“Tinggal bagaimana sekarang dari peringatan dini karena kan diawali dari peringatan dini. Tinggal bagaimana peringatan dini yang sudah di-share dari BMKG, diolah teman-teman kabupaten,” jelas Safrudin sebagaimana dilaporkan laman Pemprov Jateng.

35 Kabupaten/Kota juga sudah siap seperti halnya melakukan upaya, dan konsolidasi kekuatan yang ada. Seperti, yang ditunjukkan dari mereka melakukan apel siaga bencana. Dari itu semua, mereka siap mengantisipasi kejadian bencana alam.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Oded M Danial Meninggal, Direktur Utama RS Muhammadiyah: Diperiksa Nadinya Sudah Tak Teraba

“Kabupaten (pemkab) juga telah memetakan daerah yang perlu diwaspadai terkait dengan ancaman banjir maupun longsor,”ujar Safrudin.

Ditambahkan, daerah rawan banjir berpotensi terjadi di daerah dataran rendah, baik di pantura maupun daerah pantai selatan. Termasuk, di daerah Kendeng seperti di Pati, Grobogan, Kudus, Kebumen, Brebes, Tegal, Semarang, dan lainnya.

Terkait Gunung Merapi, Safrudin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dekat Gunung Merapi.  Seperti penambangan di alur sungai, pendakian, pariwisata dan lainnya agar tidak dibuka.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Meninggal, Ridwan Kamil: Saya Bersaksi Mang Oded Orang Baik

“Pendakian untuk Merapi sampai saat ini belum dibuka, karena sampai saat ini Merapi masih erupsi. Tanggal 9 (Desember) juga ada guguran awan panas ke arah barat daya,” terangnya.

Safrudin mengatakan saat ini Gunung Merapi telah mengalami peningkatan status dari waspada ke siaga pada November. Bahkan, sampai sekarang siaga level 3.

Halaman:

Tags

Terkini