Dari penyisiran di Jalan Indraprasta, Jalan Imam Bonjol, Kota Lama, Jalan Pemuda, dan Jalan Sudirman, diamankan 41 pengemis dadakan yang membawa bekal karung serta pengamen dadakan.
Saat itu, setelah dilakukan pendataan diketahui, 13 orang merupakan warga asli Kota Semarang, yang sebelumnya bukan seorang pengemis.
Sementara 28 orang lainnya berasal dari luar Kota Semarang. Mereka sengaja datang ke Semarang jelang Lebaran.
Para pengemis dadakan ini, seringkali membawa karung saat mengemis dan biasa disebut sebagai "manusia Karung".
"Mereka disebut "manusia karung" karena para pengemis dadakan ini, sengaja membawa karung untuk menarik simpatik pengguna jalan yang akan memberi sedekah, atau akan melakukan pembagian sembako gratis”, jelas Fajar.
Selain untuk membersihkan pengemis dan gelandangan di Kota Semarang, razia PGOT juga dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.***