TITIKTEMU.CO Yogyakarta – Meski masih berada pada masa pandemi Covid 19 dan penerapan PPKM, pelaksanaan kegiatan pengadaan lahan untuk proyek jalan tol Solo-Yogyakarta0-YIA Kulon Progo terus berjalan.
Progress proyek strategis nasional yang dikelola oleh PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) itu mencapai 26,2%.
Dana sebesar 1,7 triliun rupiah telah digelontorkan oleh pemerintah untuk pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) kepada masyarakat terdampak yang tersebar di 4 (empat) Kabupaten yaitu Karanganyar, Boyolali, Klaten dan Sleman.
Direktur Utama JMM Adrian Priohutomo menjelaskan bahwa kesuksesan kegiatan pengadaan atau pembebasan lahan dapat terwujud karena adanya dukungan penuh pemerintah.
Baca Juga: GT Bojong Dibuka, Pengguna Tol Batang-Pemalang Sekarang Bisa Exit di Pekalongan
Demkian pula adanya kolaborasi dan sinergi antara tim pembebasan lahan JMM dengan Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah (Direktorat Jenderal Bina Marga-Kementerian PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) serta Pemerintah Daerah.
“Selain itu, peran serta dan partisipasi masyarakat dan warga terdampak dalam menyiapkan dan memenuhi kelengkapan berkas -berkas yang diperlukan untuk proses pelepasan haknya, juga sangat penting dalam proyek tol ini,” ujar Adrian Priohutomo, sebagaimana rilis yang diterima TITIKTEMU.CO, Minggu (12/9) siang.
Di sisi lain, tambah Adrian, nmasyarakat pun merasa senang karena kompensasi yang diterima sangat menarik sehingga dapat menaikkan taraf hidup dan standar ekonominya.
Baca Juga: Tol Dalam Kota Jakarta Diresmikan, Sempat Ditolak Jokowi dan Anies Baswedan
“Kami menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga terdampak yang dengan ikhlas telah bersedia melepaskan hak atas tanahnya untuk pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo”, papar Adrian.
Guna percepatan pelaksanaan pekerjaan, penyedia jasa untuk seksi 1 dibagi menjadi 2 sub seksi yaitu seksi 1.1 ruas Kartasura-Klaten dan seksi 1.2 ruas Klaten-Purwomartani.
Penyedia jasa untuk masing-masing sub seksi tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk seksi 1.1 dan PT Dayamulia Turangga untuk seksi 1.2.
Hingga saat ini progress pekerjaan untuk seksi 1 telah mencapai 3,6 %.
Pada seksi 1 ini terdapat Jembatan Ngasem sebagai titik awal dari ruas Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo sekaligus merupakan penghubung tol kita dengan Tol Trans Jawa (Tol Semarang-Solo).