TITIKTEMU.CO, TURKI - Tim Kemanusiaan Indonesia tiba di Adana, Turki, pada Minggu (12/2/2023). Daerah Adana adalah salah satu daerah terdampak gempa Turki.
Dubes Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, yang sementara berkantor di Adana, menyambut Tim Kemanusiaan Indonesia di Adana menyampaikan beberapa informasi perkembangan penanganan darurat pascagempa Turki M7,8.
Baca Juga: Peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP): Media Harus Memiliki Sense of Nationality
Tim Kemanusiaan kemudian melakukan registrasi di Reception Departure Centre (RDC). RDC dikelola oleh United Nations Disaster Assessment and Coordination (UNDAC) di Adana.
Registrasi merupakan proses yang harus dilakukan para responder dari berbagai negara yang melakukan penanganan darurat pascagempa Turki M7,8.
Dari Bandar Udara Adana Sarkipasa, setelah mendapatkan arahan dari Duta Besar (Dubes) Indonesia, tim melanjutkan perjalanan menuju Antakya, Hatay, yang berjarak sekitar 199 km.
Misi kemanusiaan yang dikirim oleh Indonesia untuk membantu penanganan pascagempa bumi di Turki, mendapat kepercayaan dari Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) untuk menjalankan misi di Kota Antakya, Provinsi Hatay.
Tim Kemanusiaan Indonesia berasal dari BNPB, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan dan Basarnas.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Via WhatsApp Mengatasnamakan Bank. Jaga Data Pribadi
Basarnas menerjunkan 47 personel USAR dengan klasifikasi medium yang terserfikasi Insarag atau International Search and Rescue Advisory Group, didukung tiga ekor anjing dengan kategori SAR dog dan K-9.
Pengiriman tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) masih sangat dibutuhkan di lokasi reruntuhan bangunan. Antakya adalah kota tua dan paling padat penduduknya di wilayah Tenggara Turki. Kota bersejarah yang memiliki penduduk sekitar 1,6 juta jiwa itu mengalami kerusakan paling parah.