TITIKTEMU.CO - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Turki di Ankara secara resmi menginformasikan adanya satu orang WNI yang mrninggal dalam akibat gempa Turki 7,8 SR.
WNi wanita itu meninggal bersama anaknya di kota Karahmanmaras, yang merupakan salah satu kota yang terdampak parah gempa Turki tersebut.
Baca Juga: Muhammadiyah Siap Berangkatkan Relawan Kesehatan dan Kemanusiaan Membantu Korban Gempa Turki
"Turut berduka cita atas berpulangnya Ibu Nia Marlinda beserta anak, Berkay Azka Calisir, WNI pasangan menikah dengan WN Turki di Karahmanmaras." demikian dirilis akun instagram official KBRI Ankara @indonesiainankara.
Sejak terjadinya gempa bumi di Turki (6/2), KBRI Ankara terus berkoordinasi dengan Pemerintah Turki dan mitra setempat dalam upaya pelindungan WNI seperti evakuasi warga, penyaluran bantuan, pendataan bantuan dan dukungan kepada warga terdampak lainnya.
Baca Juga: Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Akhirnya! Wali Kota Solo Tunda Kenaikan PBB
Pada hari kedua (7/2), KBRI Turki menerjunkan 4 tim dan 11 bus untuk melakukan evakuasi warga terdampak ke Ankara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal.
Tim KBRI juga menyalurkan bantuan makanan Pemerintah Indonesia tahap I kepada warga Turki, melalui Bulan Sabit Merah Turki, Turk Kizilay di Gaziantep. Empat tim yang diterjunkan tersebar menuju Hatay, Gaziantep, Karahmanmaras dan Diyarbakir.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Via WhatsApp Mengatasnamakan Bank. Jaga Data Pribadi
Kabar terakhir jumlah korban mencapai 3800 lebih. Dan dikhawatirkan masih akan terus bertambah karena masih banyak korban yang diduga berada di reruntuhan bangunan akibat gempa.
Seperti diketahui Senin (6/2) lalu, gempa berkekuatan 7,8 SR, yang melanda dalam kegelapan pagi musim dingin, diikuti oleh gempa 7,5 SR (sebelumnya disebut 7,7 SR)kedua di tengah hari pada hari Senin, saat tim penyelamat di kedua negara masih berusaha mencari korban selamat akibat gempa pertama.
Baca Juga: Ketua OSIS Bisa diterima di IPB University Tanpa Test, Begini syarat, jadwal dan cara mendaftarnya