internasional

Meninggal di Usia 96 Tahun, Ini Prestasi dan Kontribusi Ratu Elizabeth II untuk Dunia

Jumat, 9 September 2022 | 12:20 WIB
Meninggal di Usia 96 Tahun, Ini Prestasi dan Kontribusi Ratu Elizabeth II untuk Dunia (www.grunge.com)

TITIKTEMU.CO - UK Selama hidupnya ternyata Ratu Elizabeth II memiliki sederet prestasi dan kontribusi yang membanggakan. Ia bahkan berkontribusi lebih banyak dari pemimpin sebelumnya. Ratu Elizabeth II juga diketahui mengabdikan diri untuk aktivitas pelestarian lingkungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini prestasi dan kontribusi Ratu Elizabeth II untuk dunia:

1. Platinum Jubilee 2022

Seperti yang dilansir titiktemu.co dari www.royal.uk dan www.grunge.com, pada awal 2022, Sang Ratu merayakan Platinum Jubilee. Platinum Jubilee adalah prestasi yang tidak pernah dimiliki raja Inggris sebelumnya.  

Meski tengah berusia 90-an, Ratu Elizabeth II masih mencetak prestasi. Prestasi ini menandai 70 tahun pengabdiannya kepada rakyat Inggris Raya, Kerajaan, dan Persemakmuran. 

Perayaan pun berlangsung dengan mengadakan kegiatan komunitas dan acara publik serta momen refleksi tentang pengabdian 70 tahun Ratu Elizabeth II.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Keluarga Kerajaan Inggris Atas Kematian Ratu Elizabeth II

2. Berkontribusi Saat Perang Dunia II

Saat Perang Dunia II berlangsung, Elizabeth merasa ia harus berkontribusi dan mendaftarkan diri untuk berperan. Namun kerajaan tak membiarkan pewaris tahta dalam bahaya. Elizabeth yang terus menolak dan mendesak pun pada usia 19 tahun diberi izin bergabung dengan militer. Ia bergabung dengan Womens Auxiliary Territorial Service dan dilatih selama 6 minggu.

3. Memberikan Stabilitas Situasi Pasca Perang

Sebelum pemerintahan Raja George VI, terdapat krisis kepercayaan terlebih saat itu adalah masa perang. Saat negara pulih dari perang, Raja George VI meninggal dan meninggalkan Elizabeth yang berusia 25 tahun untuk menerima tahta.

Elizabeth memberikan apa yang diperlukan rakyat pasca perang yakni kestabilan. Ia memimpin dengan ketenangan dan kemantapan. Ia memenuhi kebutuhan masyarakat pasca perang yakni mengurangi krisis ekonomi dan lain sebagainya.

4. Memodernisasi Monarki

Ketika Raja George VI naik tahta dan pamannya turun tahta, pemerintahan cukup kacau. Tidak ada kepastian bahwa monarki akan bertahan. Banyak isu bahwa kerajaan monarki akan tersapu seperti kerajaan lainnya. Raja George VI meyakinkan bahwa monarki harus tetap ada dan Ratu Elizabeth II adalah orang yang menyelamatkannya.

Halaman:

Tags

Terkini