internasional

Empat Petempur di Yaman Tewas Setelah Bentrok dengan Pasukan Separatis

Minggu, 3 Oktober 2021 | 11:03 WIB
Empat petempur di Yaman Tewas Setelah Bentrok dengan Pasukan Separatis (Reuters)

TITIKTEMU.CO, Aden - Bentrokan di antara anggota separatis Dewan Transisi Selatan (STC) pada Sabtu, 2 Oktober 2021, di Kota Aden, Yaman, menewaskan sedikitnya empat petempur sebelum kendaraan lapis baja dikerahkan.

Seperti dikutip dari Reuters, menurut sumber keamanan, warga melaporkan ada suara tembakan sengit sepanjang hari di distrik pusat Aden, Crater (Sirah), tempat kantor pusat pemerintah dan bank sentral berada.

Kota pelabuhan itu telah sekian lama diwarnai ketegangan, antara pemerintah yang diakui masyarakat internasional dan STC, dalam perebutan kendali di wilayah selatan negara itu.

Baca Juga: Pimpinan DPRD Sragen Ramai-ramai Kembalikan Mobil Dinas, Bakal Terima Tunjangan Belasan Juta Perbulan

Perdana menteri pemerintah yang didukung Saudi kembali ke Aden minggu lalu dari Arab Saudi dan tinggal di istana presiden di pusat kota Aden bersama para menteri lainnya.

Presiden Yaman sendiri saat ini berbasis di Riyadh.

"Kami meminta warga di Crater untuk tetap di rumah selama beberapa jam ke depan saat pasukan keamanan dan kontraterorisme membersihkan kota dari beberapa ... penjahat," kata unit Pasukan Keamanan STC di Twitter.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Pos Lintas Batas Negara Sota di Merauke, Papua

Kendaraan-kendaraan lapis baja memasuki daerah itu, kata warga.

Perebutan kekuasaan antara pemerintah dan STC, yang didukung Uni Emirat Arab, melumpuhkan Yaman selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat melakukan aksi unjuk rasa atas kemiskinan yang meluas dan layanan publik yang buruk.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Hari Ini Sebagian Besar Wilayah Indonesia Cerah Berawan

Saat ini, pemerintah yang didukung Arab Saudi menguasai sebagian besar Yaman utara dan pusat kota utama.

Riyadh menengahi kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri kebuntuan antara pemerintah dan STC, termasuk membentuk kabinet baru yang mencakup separatis.

Sementara itu, pemindahan pasukan yang direncanakan oleh kedua belah pihak di luar Aden dan daerah selatan lainnya belum terlaksana.

Halaman:

Tags

Terkini