internasional

Mengaku Bisa Ngobrol dengan Tuhan, Mantan Sniper Amerika Bantai Satu Keluarga di Florida

Rabu, 8 September 2021 | 06:28 WIB
Mantan Sniper Amerika berusia 33 tahun, Bryan Rilley yang telah membantai satu keluarga di Florida dan mengaku bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan. (Foto: The Ledger)

Mantan anggota Marinir Amerika Serikat dilaporkan telah menembaki warga sipil di kota Lukeland, Florida, hari Minggu (5/9) lalu. Dia mengaku bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan.

Seperti diberitakan Al Jazeera, pria bernama Bryan Riley (33) itu menembaki empat orang yang merupakan satu keluarga hingga tewas. Termasuk seorang ibu dan bayi berusia 3 bulan yang digendongnya.  

Riley juga melukai seorang gadis 11 tahun hingga harus menjalani operasi karena menderita tujuh luka tembak.

Pria yang tinggal di Brandon, Florida itu dilaporkan tidak memiliki hubungan apapun dengan keempat korbannya maupun gadis 11 tahun tersebut.

Baca Juga: 20 Pasukan Elit Inggris Lolos dari Taliban dengan Memakai Burqa, Menyamar Jadi Wanita Afganistan

Riley pernah bertugas sebagai penembak jitu di Irak dan Afganistan. Disebutkan pula bahwa saat peristiwa terjadi, ia memakai pelindung lengkap dan menargetkan korbannya secara acak. 

Sheriff County Polk, Grady Judd menyebut bahwa Riley tampaknya tengah menderita masalah kesehatan mental. Ia juga membeberkan bagaimana saat Riely ditahan pada Minggu pagi dan dibaringkan di rumah sakit, Riley bersikap sangat agresif. Saking agresifnya, Riley nekat mencoba merebut pistol dari polisi. 

Dalam sebuah wawancara dengan para deputi, Riley menggambarkan dirinya sebagai seorang 'survival' dan mengaku menggunakan metamfetamin.

Pacar tersangka juga telah mengonfirmasi kepada pihak berwenang bahwa Riley telah didiagnosis dengan PTSD (gangguan stres pasca trauma) dan bertindak tidak menentu dalam seminggu terakhir. Dijelaskan pula bahwa Riley berulang kali mengatakan bahwa dia dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan.

Pejabat Sheriff mengatakan Bryan Riley membunuh empat orang di North Lakeland Minggu (5/9) pagi, termasuk seorang bayi laki-laki. (Foto: The Ledger)

"Dia bilang dia punya PTSD. Saya pernah melihatnya depresi. Saya belum pernah melihatnya melakukan kekerasan. Tapi seminggu yang lalu, dia melakukan pengamanan di sebuah gereja di Orlando. Dia lalu pulang dan berkata bahwa Tuhan telah berbicara kepadanya dan sekarang dia dapat berbicara langsung dengan-Nya," ungkap pacar Riley kepada para petugas. 

Diketahui, Riley melakukan penembakan ini secara acak masuk ke dalam sebuah rumah pada Sabtu malam dan membuat pernyataan aneh kepada pemilik rumah.

Riley parkir di luar rumah mereka dan mengklaim bahwa Tuhan telah mengirimnya karena seorang gadis bernama "Amber" akan mati karena bunuh diri.

Baca Juga: Dijuluki “Black Widow Dunia Nyata”, Perempuan ini Bunuh Pacar-pacarnya Pakai Racun Tikus Karena Minta Putus

Halaman:

Tags

Terkini