internasional

20 Pasukan Elit Inggris Lolos dari Taliban dengan Memakai Burqa, Menyamar Jadi Wanita Afganistan

Selasa, 7 September 2021 | 06:48 WIB
Gambar representatif wanita-wanita Afghanistan mengenakan burqa. (Daily Star)

Anggota pasukan elit Inggris, SAS, dilaporkan berhasil meloloskan diri dari Taliban di Afghanistan dengan mengenakan burqa dan menyamar menjadi wanita. Para anggota unit rahasia itu berjalan kaki ratusan kilometer dengan pakaian yang menutup seluruh anggota badannya sampai ke Bandara Kabul dan ikut dalam penerbangan evakuasi.

Seperti diberitakan Daily Star, pasukan SAS yang bekerja sama dengan anggota pasukan keamanan Afghanistan berhasil menghindari penangkapan saat melintasi sejumlah pos penjagaan Taliban. Dilaporkan, 20 tentara menyamar dengan burqa saat mereka pergi dengan armada taksi dari pangkalan rahasia mereka ke Kabul.

Para prajurit elit itu dilaporkan menyamar sebagai wanita dan mengibarkan bendera Taliban saat mereka mengklaim akan pergi ke Kabul untuk menyambut pejuang Taliban sebagai "pahlawan pembebas".

Baca Juga: Dijuluki “Black Widow Dunia Nyata”, Perempuan ini Bunuh Pacar-pacarnya Pakai Racun Tikus Karena Minta Putus

Pasukan SAS diketahui telah beroperasi dalam misi rahasia melalui Afghanistan, baik menghadapi teroris atau melatih pasukan keamanan.

Kelompok ini dilaporkan sedang dalam misi di selatan Afghanistan, dengan lokasi yang tidak terjangkau helikopter untuk evakuasi.

Karena tidak punya pilihan, mereka memilih untuk bersembunyi dengan menyamar dan mengenakan burqa sebelum menyewa lima taksi dan menuju ke Kabul. Pasukan anti teror Afghanistan yang bekerja sama dengan mereka, juga secara sukarela membantu mereka melarikan diri.

Pasukan Taliban sering mengharuskan perempuan untuk mengenakan burqa penuh, agar sesuai dengan interpretasi mereka terhadap hukum Islam.

Baca Juga: Maling Spesialis Pakaian Dalam Ditangkap Polisi, Barang Bukti 730 Bra dan Celana Dalam Wanita

Jadi dengan mengenakan burqa untuk melawan mereka, pasukan SAS tahu bahwa para pejuang Taliban kemungkinan besar tidak akan mengecek di balik kerudung mereka, terutama jika mereka mengaku sebagai pendukung kelompok itu.

"Tim SAS telah berada di Afghanistan selama berbulan-bulan dan sedang dalam misi pengintaian rahasia ketika semuanya kacau balau," kata narasumber kepada Daily Star.

“Mereka diperintahkan untuk membatalkan operasi dan bersiap-siap untuk segera dievakuasi ke Kabul.”

“Pasukan membuang sebagian besar peralatan mereka, kecuali senjata dan amunisi mereka dan menutupi diri mereka dengan burqa.”

"Setiap kali mereka datang ke sebuah portal penjagaan, seorang tentara pasukan khusus Afghanistan menjelaskan bahwa para wanita itu sangat taat dan ingin menyambut kembalinya Taliban ke Afghanistan. Dan itu berhasil.”

Halaman:

Tags

Terkini