China menghabiskan 32 juta dolar Amerika atau sekitar Rp156 miliar untuk merelokasi patung perunggu raksasa senilai hampir sama dengan biaya pemuatannya, yakni 35 juta dolar Amerika (setara Rp498 miliar). Pemindahan itu dilakukan setelah keberadaan patung itu dianggap merusak pemandangan.
Seperti diberitakan AsiaOne yang mengutip South China Morning Post, patung kontroversial jenderal terkenal China. Guan Yu di China tengah sedang dibongkar setelah Beijing memerintahkan pemindahannya tahun lalu karena disebut sia-sia dan pemborosan.
Pekerja di Jingzhou, provinsi Hubei telah memindahkan kepala patung setinggi 58 meter itu karena pemiliknya, Grup Investasi dan Pengembangan Pariwisata Jingzhou milik negara, mulai memindahkannya ke lokasi baru yang berjarak delapan kilometer, demikian laporan penyiar China Central Television (CCTV).
Baca Juga: Oscar De La Hoya Ungkap Pengakuan Mengejutkan, Pernah Diperkosa saat Berumur 13 Tahun
Patung itu menghabiskan biaya lebih dari 170 juta yuan (Rp498 miliar) untuk dibangun sebagai monumen bagi Guan Yu, seorang pemimpin militer selama periode Tiga Kerajaan (220-280) yang kemudian didewakan.
Perusahaan tersebut menghabiskan 155 juta yuan lagi (Rp156 miliar) untuk dipindahkan ke kawasan wisata pinggiran kota di dekatnya.
Dijuluki patung perunggu jenderal terbesar di dunia, selesai pada tahun 2016 dengan ambisi untuk dimasukkan dalam Guinness World Records, tetapi kemudian dicerca oleh penduduk setempat dan pemerintah pusat.
Guan telah lama menjadi bagian utama dari daya tarik pariwisata Jingzhou karena lokasi salah satu pertempurannya yang paling terkenal ada di sana. Namun patung raksasa yang berada di atas museum seluas 8.000 meter persegi itu telah banyak dikritik sebagai proyek yang sia-sia dan buang-buang uang.
Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan mengatakan itu "merusak karakter dan budaya Jingzhou sebagai kota bersejarah" dan menuntut penghapusannya pada September tahun lalu.
Menurut informasi proyek yang kemudian dirilis oleh pemerintah Jingzhou, perusahaan di belakang patung itu setuju untuk memindahkannya ke Dianjiangtai, yang konon merupakan tempat Guan Yu pernah membangun pasukannya.
Patung tersebut saat ini terletak di area di mana peraturan setempat melarang bangunan lebih tinggi dari 24 meter.
Baca Juga: Meski Terbuat dari Kardus Bekas, Karya Wanita ini Laku Dijual Ratusan Juta Rupiah