Latar Belakang: Insiden di Brunei
Aksi Prabowo ini muncul hanya beberapa hari setelah insiden kecil yang dialami Sultan Hassanal Bolkiah.
Pada 17 Oktober 2025, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan Sultan terjatuh saat menuruni tangga di acara wisuda di Brunei.
Meski jatuh, Sultan tetap tenang dan memilih bangkit berdiri tanpa banyak bantuan.
Publik sempat khawatir atas kondisi Sultan yang kini berusia lanjut.
Karena itu, sikap Prabowo yang terlihat protektif di KTT ASEAN dinilai sebagai bentuk penghormatan kepada sesama pemimpin senior dan mencerminkan budaya ketimuran yang menjunjung sopan santun.
Baca Juga: Kursi Panas Timnas Indonesia Lowong: Era Kluivert Berakhir, Garuda Masih Mencari Arah Baru
Pesan Persatuan dari Indonesia
Selain momen humanis di sela acara, Presiden Prabowo juga menyampaikan pidato penting dalam forum ASEAN.
Ia menegaskan bahwa persatuan kawasan Asia Tenggara adalah pondasi utama menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Koordinasi antarnegara ASEAN harus diperkuat, bukan hanya di bidang diplomasi, tapi juga ekonomi, transformasi digital, dan ketahanan masa depan,” kata Prabowo dalam sesi pleno KTT.
Ia menekankan bahwa ASEAN hanya akan dihormati dunia jika solid di dalam, berdaulat secara ekonomi, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyatnya.***