internasional

Proposal 20 Poin Perdamaian Gaza dari Trump dan Netanyahu: Harapan Baru atau Sekadar Janji?

Rabu, 1 Oktober 2025 | 09:54 WIB
Menyoroti deal perdamaian Gaza versi Presiden AS, Donald Trump (kanan) dan PM Israel, Benjamin Netanyahu (kiri). (Instagram.com/@b.netanyahu)

TITIKTEMU.CO – Proposal perdamaian 20 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan didukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menempatkan isu Palestina di pusat perhatian dunia.

Dokumen yang diumumkan di Gedung Putih pada Senin, 29 September 2025 ini disebut sebagai peta jalan menuju gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Trump bahkan menyebutnya sebagai “langkah besar untuk mengakhiri penderitaan rakyat Gaza.”

Namun, meski menuai sambutan dari sebagian pemimpin dunia, termasuk negara-negara Arab, banyak pihak menilai usulan ini penuh ketidakjelasan. Hamas sendiri mengaku baru akan menelaah dokumen tersebut yang disampaikan melalui mediator Qatar dan Mesir.

Baca Juga: Viral Aksi Arogan Rombongan Yamaha Nmax di Ciwidey, Polisi Tegaskan Pentingnya Etika Berkendara

Berikut lima poin krusial dalam proposal perdamaian Gaza versi Trump-Netanyahu yang jadi sorotan internasional:

1. Pemerintahan Transisi di Gaza

Proposal ini menyebut Gaza akan dipimpin komite teknokratis non-politik setelah gencatan senjata. Trump bahkan mengklaim akan membentuk dewan perdamaian internasional bersama mantan PM Inggris Tony Blair untuk mengawasi transisi.
Namun, belum ada kejelasan soal mekanisme, siapa saja anggotanya, hingga peran rakyat Palestina dalam proses ini.

2. Peran Otoritas Palestina (PA)

Dalam dokumen, Gaza hanya akan dikelola komite transisi sampai PA “dinilai siap” mengambil alih. Masalahnya, tidak ada tolok ukur yang jelas kapan hal itu terjadi. Bahkan, Netanyahu menolak keras jika PA kembali berkuasa di Gaza. “Gaza tidak akan diperintah oleh Hamas, juga bukan oleh PA,” tegasnya di Washington.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025: Sejarah, Tema, Ucapan, dan Pedoman Upacara

3. Pasukan Internasional yang Masih Samar

Trump mengusulkan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk menjaga keamanan Gaza. Namun, negara mana yang bersedia mengirim pasukan, mandat operasi, hingga keberanian menghadapi potensi pelanggaran Israel masih menjadi tanda tanya besar.

4. Jadwal Penarikan Israel dari Gaza

Proposal menyebut penarikan pasukan Israel dilakukan bertahap, bergantung pada kondisi keamanan dan proses demiliterisasi. Sayangnya, tidak ada jadwal jelas maupun indikator yang bisa memastikan kapan Gaza benar-benar bebas dari pendudukan.

Halaman:

Tags

Terkini