TITIKTEMU.CO - Ketegangan diplomatik antara Vatikan dan Israel kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Luar Negeri Israel menghapus unggahan ucapan duka atas wafatnya Paus Fransiskus.
Paus, yang dikenal luas sebagai pembela hak asasi manusia dan perdamaian, meninggalkan warisan yang kuat dalam diplomasi global, namun juga meninggalkan sejumlah ketegangan yang belum terselesaikan.
Baca Juga: Tradisi Pemakaman Paus di Tiga Peti: Simbol, Makna, dan Transisi Kepemimpinan
Ucapan Duka yang Sekilas Lalu
Ucapan belasungkawa tersebut sempat dipublikasikan di akun resmi Israel di media sosial seperti X, Facebook, dan Instagram.
Namun, hanya dalam hitungan jam, unggahan itu lenyap tanpa penjelasan detail.
Seorang pejabat Israel menyebut unggahan itu sebagai “kesalahan,” menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa mengabaikan pernyataan-pernyataan Paus yang selama hidupnya kerap mengkritik kebijakan militer Israel.
Kritik Tajam Paus Fransiskus Terhadap Konflik Gaza
Paus Fransiskus memang dikenal lantang mengecam kekerasan di wilayah konflik, termasuk operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Salah satu pernyataan paling kontroversial datang saat ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza “memiliki ciri-ciri genosida.”
Komentar tersebut menuai reaksi keras, termasuk dari Kepala Rabbi Roma yang menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Vatikan.
Meski demikian, banyak kalangan memuji keberanian Paus dalam menyuarakan penderitaan rakyat Palestina, terutama anak-anak dan warga sipil yang menjadi korban konflik berkepanjangan.