Peti kedua berbahan logam timah atau seng, kedap udara, sebagai simbol kekekalan warisan rohani Paus.
Peti ketiga dibuat dari kayu ek yang kuat, melambangkan kehormatan dan keteguhan iman.
Di dalam peti pertama, akan disertakan selembar kain sutra putih untuk menutupi wajah Paus, tabung timah berisi biografi singkat, serta koin masa kepausan beliau.
Simbol Perpisahan dan Awal Kepemimpinan Baru
Pemakaman Paus Fransiskus menandai berakhirnya sebuah bab dalam sejarah Gereja Katolik.
Di saat ribuan umat memadati Lapangan Santo Petrus untuk mengikuti Misa Requiem, dunia menyaksikan momen penuh penghormatan, doa, dan refleksi spiritual.
Namun prosesi ini bukan hanya tentang kepergian. Ini juga merupakan awal dari perjalanan baru menuju pemilihan pemimpin spiritual selanjutnya melalui konklaf.
Siapa pun yang terpilih, akan mewarisi tanggung jawab besar sebagai penerus dari sang “peziarah harapan”.***