internasional

Trump Ingin Gaza Jadi "Riviera Timur Tengah": Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan

Jumat, 7 Februari 2025 | 13:27 WIB
Foto Presiden amerika Serikat (AS), Donald Trump (Instagram.com/@realdonaldtrump)

TITIKTEMU.CO - Simak detail rencana kontroversial Donald Trump soal Gaza yang ingin dijadikan "Riviera Timur Tengah". Mengapa dunia menolak keras? Cari tahu apa sebenarnya rencana tersebut.

Rencana kontroversial Donald Trump soal Gaza kembali jadi sorotan dunia.

Mantan Presiden Amerika Serikat ini mengklaim bahwa Jalur Gaza akan segera diserahkan oleh Israel ke AS setelah konflik berakhir.

Ide ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Timur Tengah dan Indonesia.

Baca Juga: Kronologi Ricuh di Sidang Hotman Paris vs Razman Nasution: Pengacara Naik Meja, Hotman Bereaksi Keras

Trump Ingin Gaza Jadi "Riviera Timur Tengah"

Dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Washington DC, Trump memaparkan visinya untuk Gaza.

Dia berencana menjadikan wilayah tersebut sebagai destinasi kelas dunia yang disebutnya sebagai "Riviera-nya Timur Tengah". Namun, rencana ini tidak datang tanpa kontroversi.

Trump juga menyatakan bahwa warga Palestina di Gaza akan direlokasi ke negara lain yang disebutnya lebih aman dan modern. "Warga Palestina sudah akan dimukimkan kembali di komunitas yang jauh lebih aman dan lebih indah, dengan rumah-rumah baru dan modern," jelas Trump dalam unggahannya di Truth Social pada Kamis, 6 Februari 2025.

Baca Juga: Ramadan Sebentar Lagi! Begini Cara Mengenalkan Puasa pada Anak dengan Menyenangkan

Reaksi Dunia: Kecaman dan Penolakan

Rencana ini mendapat sambutan positif dari Israel, sekutu dekat AS. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan mengungkapkan bahwa tentara Israel telah dikerahkan untuk membantu warga Gaza yang ingin meninggalkan wilayah tersebut secara sukarela.

Namun, tidak semua pihak menyetujui ide ini. Arab Saudi secara tegas menolak rencana Trump, sementara Raja Abdullah II dari Yordania berencana menemui Trump langsung di Gedung Putih untuk menyampaikan penolakan.

Di sisi lain, Indonesia melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, juga menolak keras rencana ini.

Baca Juga: Pengusaha Muda Brilian 2024, Bukti Keberpihakan BRI dalam Mengembangkan UMKM Berdaya Saing Global

“Indonesia menyerukan kepada komunitas internasional untuk memastikan penghormatan terhadap hukum internasional, khususnya hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta hak mendasar untuk kembali ke tanah air mereka,” tegas Roy.

Halaman:

Tags

Terkini