Lontong Cap Go Meh berasal dari dua budaya yang berbeda yakni masakan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Jawa.
Lontong dalam sajian ini dibungkus dengan daun pisang dan bentuknya panjang. Dipercaya bahwa hidangan ini dianggap sebagai simbol panjang umur.
Oleh karena itu, kebanyakan masyarakat Tionghoa ketika menyantap lontong Cap Go Meh dengan harapan memperoleh panjang umur.
Hidangan Lontong Cap Go Meh ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.
Yuanxiao
Makanan lain yang identik dengan perayaan Cap Go Meh adalah Yuanxiao atau biasa disebut dengan Onde-onde.
Onde-onde menjadi salah satu sajian yang wajib ada saat Cap Go Meh. Bahkan, camilan satu ini dipercaya sudah menjadi makanan favorit masyarakat Tionghoa sejak Dinasti Song (960-1279).
Baca Juga: Ucapkan Kasih Sayang via Medsos. Tinggal Klik, Pilih dan Share Twibbon Hari Valentine 2022
Makanan ini identik dengan perayaan Cap Go Meh. Oleh masyarakat Tionghoa di China Utara onde-onde disebut dengan Yuanxiao (kue bulan bulat dari tepung beras).
Bukan sekadar menjadi hidangan, bentuk bulan dengan warna keemasan membuat onde-onde menjadi makanan lambang keberuntungan. Karenanya, masyarakat Tionghoa percaya makanan ini menjadi simbol harapan baik di tahun baru.
Baca Juga: Mantan Mendiknas Prof. Yahya Muhaimin Meninggal Dunia di Purwokerto.
Sajian ini berbentuk bulat dengan taburan wijen serta memiliki permukaan yang berwarna kekuningan. Warna ini didapat setelah digoreng dan membuat onde-onde dianggap sebagai pembawa keberuntungan oleh masyarakat Tionghoa.
Tang Yuan
Satu lagi hasil adaptasi dari dua budaya yang berbeda antara makanan Tionghoa dan Indonesia yaitu Tang Yuan atau Wedang Ronde.