Pohon robusta lebih tinggi dan besar dibandingkan Arabika, mencapai 4-6 meter. Daunnya tipis, dan bergerigi, sedangkan buahnya bergerombol. Biji kopi robusta cenderung bulat, tapi ukuran lebih kecil di bandingkan Arabika.
Berbeda dengan Arabika, pohon Robusta lebih tahan serangan hama karena kandungan kafein yang lebih tinggi, yaitu sekitar 2,2%. Bandingkan dengan kadar kafein kopi arabika yang hanya 1,2%.
Kadar kafein yang tinggi inilah yang membuat robusta ini terasa lebih pahit. Apalagi kadar gula dalam robusta rendah sehingga jenis ini terasa lebih kental jika diseduh. Namun jangan salah, cita rasa pahit ini merupakan salah satu yang membuat penggemarnya ketagihan.
Meski terasa pahit coklat, namun aroma robusta cenderung manis. Robusta juga mendominasi pasar kopi lokal sekitar 70% untuk industri-industri kopi instan. Sementara Arabika lebih banyak mengisi ruang-ruang coffee shop atau warung kopi.
Banyak yang bilang menikmati secangkir espresso, kopi tubruk, atau seduh pour over paling pas dengan Arabika, dan robusta hanya pantas sebagai campuran es kopi susu, atau di-blend dengan arabika. Tapi tentu saja itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, rasa itu sangat individual. Semua akan kembali pada selera masing-masing. ***