Padahal bagi banyak orang, keputusan tersebut justru merupakan cara untuk mendefinisikan ulang arti kesuksesan.
Setelah 12 bulan, pelajaran terbesar yang sering muncul adalah bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh besarnya kota tempat kita tinggal. Kadang yang paling berharga bukan akses ke lebih banyak hal, melainkan memiliki cukup waktu untuk menikmati apa yang sudah ada.
Dan mungkin itulah alasan mengapa semakin banyak orang mulai mempertimbangkan kehidupan di luar Jakarta—bukan karena membenci kota besar, tetapi karena ingin hidup dengan ritme yang sedikit lebih manusiawi.***