Waktu bersama keluarga, jarak tempuh ke kantor, harga properti, kualitas udara, hingga tingkat stres memiliki nilai ekonomi yang sering tidak terlihat.
Banyak profesional yang pindah ke kota tingkat kedua mengaku pendapatannya turun, tetapi kualitas hidupnya meningkat. Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, lebih sedikit biaya tak terduga, dan peluang memiliki rumah lebih cepat.
Baca Juga: Mau Pensiun Dini? Ini Kota Terbaik untuk FIRE di Indonesia
Jadi, Mana yang Lebih Kaya?
Jawabannya tergantung definisi kaya yang digunakan.
Jika hanya melihat nominal pendapatan, tentu Rp15 juta di Jakarta lebih besar daripada Rp8 juta di Semarang.
Namun jika yang dihitung adalah daya beli, kualitas hidup, dan kemampuan menikmati hasil kerja, selisihnya bisa jauh lebih kecil dari yang dibayangkan.
Karena itu, sebelum menolak tawaran kerja hanya karena angka gajinya lebih rendah, ada baiknya menghitung biaya hidup secara menyeluruh. Sebab dalam dunia nyata, yang menentukan kesejahteraan bukan berapa banyak uang yang masuk, melainkan berapa banyak kehidupan yang bisa Anda nikmati dari uang tersebut.***