Selain pengeluaran bahan bakar atau transportasi umum, ada juga biaya waktu yang hilang setiap hari. Banyak pekerja menghabiskan dua hingga empat jam di perjalanan.
Di Semarang, waktu tempuh yang lebih singkat sering kali berarti pengeluaran transportasi lebih rendah dan kualitas hidup yang lebih baik.
Makanan dan Kebutuhan Harian
Meski tidak selalu berbeda drastis, biaya makan, parkir, layanan, hingga hiburan di Semarang umumnya lebih ramah di kantong dibanding Jakarta.
Jika diakumulasi selama satu bulan, selisih ini cukup signifikan.
Baca Juga: Slow Living Bukan Tren — Ini Kota yang Sudah Lama Menjalaninya
Simulasi Sederhana: Siapa yang Lebih Kaya?
Mari gunakan ilustrasi sederhana.
Seseorang dengan penghasilan Rp15 juta di Jakarta memiliki pengeluaran:
- Hunian: Rp5 juta
- Transportasi: Rp1,5 juta
- Makan dan kebutuhan lain: Rp4 juta
Total pengeluaran: Rp10,5 juta
Sisa dana: Rp4,5 juta
Sementara seseorang dengan penghasilan Rp8 juta di Semarang memiliki pengeluaran:
- Hunian: Rp2 juta
- Transportasi: Rp500 ribu
- Makan dan kebutuhan lain: Rp2,5 juta
Total pengeluaran: Rp5 juta
Sisa dana: Rp3 juta
Sekilas Jakarta masih unggul. Namun perbedaannya tidak sebesar selisih gajinya yang mencapai Rp7 juta.
Jika faktor waktu luang, stres, kualitas lingkungan, dan potensi menabung jangka panjang ikut dihitung, hasilnya menjadi jauh lebih menarik.
Baca Juga: Kota dengan Biaya Hidup Paling Rendah tapi Fasilitas Tetap Lengkap, Cocok untuk Remote Worker
Ada Faktor yang Tidak Masuk Slip Gaji
Dalam banyak kasus, keputusan pindah kota bukan hanya soal angka.