TITIKTEMU.CO-Bali memang masih menjadi ikon bagi para pekerja remote dan digital nomad.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pulau ini mulai menghadapi tantangan baru: biaya hidup yang terus naik, kemacetan di beberapa kawasan populer, dan persaingan ruang kerja yang semakin padat.
Karena itu, banyak pekerja mulai mencari kota terbaik untuk Work From Anywhere di Indonesia yang menawarkan keseimbangan antara internet cepat, biaya hidup terjangkau, dan komunitas yang tetap hidup.
Jika Anda ingin bekerja dari mana saja tanpa harus terjebak keramaian Bali, beberapa kota berikut layak masuk daftar pertimbangan.
Baca Juga: 7 Restoran Sunda Terlezat di Bandung untuk Makan Bareng Keluarga yang Wajib Dicoba
Apa yang Membuat Sebuah Kota Cocok untuk WFA?
Sebelum memilih lokasi, ada tiga faktor yang paling sering dicari remote worker.
Internet Cepat dan Stabil
Menurut data Speedtest Global Index, kualitas internet Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun tidak semua daerah memiliki pengalaman koneksi yang sama. Kota dengan infrastruktur digital yang baik tentu menjadi pilihan utama.
Baca Juga: Mau Pensiun Dini? Ini Kota Terbaik untuk FIRE di Indonesia
Biaya Hidup yang Masuk Akal
Gaji remote memang memberi fleksibilitas, tetapi pengeluaran bulanan tetap perlu diperhitungkan. Kota dengan biaya sewa, makan, dan transportasi yang lebih rendah bisa membuat tabungan bertahan lebih lama.
Komunitas yang Mendukung
Bekerja jarak jauh bukan hanya soal laptop dan Wi-Fi. Banyak remote worker membutuhkan ruang kolaborasi, networking, hingga sekadar teman berdiskusi agar tidak merasa terisolasi.
1. Yogyakarta: Kombinasi Favorit yang Sulit Dikalahkan
Yogyakarta sering disebut sebagai kota paling ramah bagi pekerja remote di Indonesia.
Baca Juga: Kota Paling Aman di Indonesia Berdasarkan Data Kriminalitas
Biaya hidup relatif rendah dibanding Jakarta atau Bali. Pilihan kos, apartemen, hingga rumah sewa tersedia dalam berbagai rentang harga. Selain itu, kota ini memiliki banyak coworking space, kafe ramah pekerja remote, dan komunitas kreatif yang aktif.
Yang menarik, suasana kota tetap terasa santai tanpa kehilangan fasilitas perkotaan yang dibutuhkan pekerja digital.