gaya-hidup

Money Anxiety Makin Parah! Kenapa 69% Orang Depresi Karena Masalah Keuangan?

Kamis, 30 April 2026 | 21:23 WIB
Ilustrasi Money anxiety meningkat (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Uang memang bukan segalanya, tetapi masalah uang sering memengaruhi segalanya. Saat tagihan menumpuk, gaji terasa cepat habis, dan tabungan belum aman, banyak orang mulai merasa cemas. Inilah yang disebut money anxiety atau kecemasan soal keuangan.

Fenomena ini semakin nyata. Sebanyak 69% orang melaporkan ketidakpastian finansial membuat mereka merasa depresi dan cemas. Angka ini naik dari tahun sebelumnya. Artinya, tekanan ekonomi kini makin terasa di kehidupan sehari-hari.

Banyak orang bangun pagi dengan pikiran soal cicilan. Siang hari memikirkan biaya hidup. Malam hari sulit tidur karena takut masa depan tidak aman. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa menguras energi mental dan emosional.

Generasi milenial termasuk yang paling sering merasakan tekanan ini. Harga rumah naik, kebutuhan hidup mahal, biaya pendidikan tinggi, dan tuntutan gaya hidup digital ikut menambah beban. Belum lagi jika masih menanggung utang atau membantu keluarga.

Baca Juga: Indonesia Mulai Terasa Mendidih, BMKG Ungkap Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kemarau

Money anxiety bukan hanya soal jumlah uang. Sering kali ini tentang rasa tidak aman. Seseorang bisa memiliki penghasilan tetap, tetapi tetap cemas karena tidak tahu cara mengatur uang dengan baik. Ada juga yang merasa tertinggal saat melihat orang lain terlihat sukses di media sosial.

Masalah keuangan dapat memicu stres, mudah marah, sulit fokus, insomnia, hingga menurunnya rasa percaya diri. Bahkan hubungan dengan pasangan dan keluarga bisa terganggu karena konflik soal uang. Karena itu, kesehatan mental dan kondisi finansial saling berkaitan erat.

Kabar baiknya, money anxiety bisa diatasi. Langkah pertama adalah jujur melihat kondisi keuangan saat ini. Catat pemasukan, pengeluaran, utang, dan kebutuhan utama. Banyak orang merasa lebih tenang setelah mengetahui angka sebenarnya dibanding hanya menebak-nebak di kepala.

Baca Juga: 4 WNI Disandera Bajak Laut Somalia: BRIN Usulkan Diplomasi hingga Pendekatan Ormas Islam

Langkah kedua, buat anggaran sederhana. Pisahkan kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan. Tidak harus rumit. Sistem sederhana justru lebih mudah dijalankan secara konsisten. Sedikit teratur lebih baik daripada rencana besar yang tidak berjalan.

Langkah ketiga, kurangi membandingkan diri dengan orang lain. Media sosial sering menampilkan hasil akhir, bukan perjuangan di balik layar. Fokus pada progres pribadi jauh lebih sehat daripada mengejar standar orang lain.

Langkah berikutnya, bangun dana darurat sedikit demi sedikit. Tidak perlu langsung besar. Menabung kecil tetapi rutin dapat memberi rasa aman yang nyata. Perasaan punya cadangan uang sering membantu menurunkan kecemasan.

Baca Juga: FOMO Investasi? Ini Panduan Masuk Pasar Saham untuk Pemula yang Gak Mau Rugi

Jika tekanan finansial sudah mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan sosial, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konselor keuangan atau terapis bisa membantu menata pikiran dan strategi secara bersamaan.

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB