TITIKTEMU.CO - Banyak orang tua merasa bingung saat menghadapi masalah makan pada anak.
Ada yang anaknya susah makan, memilih makanan dengan sangat terbatas, bahkan sering menolak makan sama sekali.
Di sisi lain, ada juga anak yang makan dengan lahap, tapi berat badannya terus meningkat tanpa terkendali.
Sekilas, dua kondisi ini terlihat sangat berbeda.
Satu kekurangan asupan, satu kelebihan.
Baca Juga: Fakta atau Fiksi? Mengupas Sains di Balik Film Project Hail Mary yang Bikin Penonton Terpukau
Namun faktanya, keduanya bisa berakar dari masalah yang sama: pola makan dan kebiasaan keluarga yang kurang seimbang.
Menurut World Health Organization, fenomena ini dikenal sebagai double burden of malnutrition.
Artinya, dalam satu lingkungan yang sama, bisa terjadi kekurangan gizi sekaligus kelebihan berat badan.
Masalah ini bahkan masih menjadi tantangan besar di banyak negara, termasuk di keluarga modern saat ini.
Anak yang susah makan sering kali bukan karena tidak lapar.
Bisa jadi mereka terbiasa dengan pilihan makanan tertentu, atau terlalu sering terpapar camilan tinggi gula dan garam.
Akibatnya, mereka menolak makanan utama yang lebih bergizi.
Sementara itu, anak yang mengalami obesitas juga tidak selalu makan dalam jumlah besar.
Kadang yang terjadi adalah konsumsi makanan tinggi kalori tapi rendah nutrisi, seperti makanan olahan dan minuman manis.