Artinya: "Tuhanku, Kau Yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Baca Juga: Pramono Anung Tegaskan UMP DKI Jakarta 2026 Rp5,72 Juta Tak Berubah
Etika dan Kebolehan Berdoa di Momen Masehi
Membaca doa-doa tersebut, yang bersumber dari kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, hukumnya diperbolehkan selama diniatkan sebagai doa umum kepada Allah SWT.
Kita tidak perlu meyakininya sebagai sunnah khusus yang berasal langsung dari Nabi Muhammad SAW, melainkan sebagai ikhtiar batin untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal positif seperti istighfar, shalawat, dan sedekah. Menutup tahun dengan kebaikan dan membuka tahun dengan permohonan tulus adalah cara elegan bagi seorang hamba untuk menunjukkan ketergantungannya kepada Sang Pencipta.
Melangkah ke 2026 dengan Jiwa yang Lebih Tenang
Apapun rencana Anda di tahun 2026 nanti, mulailah dengan hati yang bersih. Doa akhir dan awal tahun ini adalah jembatan spiritual yang akan membantu Anda merasa lebih tenang dan terlindungi.
Semoga setiap langkah kita di tahun depan senantiasa dalam bimbingan-Nya, dijauhkan dari marabahaya, dan didekatkan dengan segala pintu kemudahan. Selamat menyambut tahun baru dengan semangat baru!***