Jahitan kuda jingkrak (Prancing Horse) berwarna kuning di bagian sandaran kepala.
Perpaduan material premium yang memadukan kesan mewah dengan sentuhan keberlanjutan.
Dengan desain interior ini, Ferrari tidak hanya menunjukkan sisi glamor, tetapi juga kepeduliannya pada inovasi ramah lingkungan.
Baca Juga: Bangkrut! Ini Perjalanan Kamera Ikonik Kodak dalam Sejarah Fotografi
Mesin V12 Buas Tanpa Bantuan Hybrid
Ferrari Daytona SP3 599+1 mengandalkan mesin V12 6.5 liter naturally aspirated yang dipasang di posisi tengah. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 829 hp murni tanpa bantuan sistem hybrid atau turbo.
Dengan tenaga sebesar itu, mobil langka ini mampu melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam 2,85 detik. Sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai lebih dari 340 km/jam.
Ferrari sengaja mempertahankan mesin naturally aspirated untuk memberikan sensasi berkendara yang autentik, dengan suara mesin V12 yang begitu ikonik.
Hal ini menjadi daya tarik utama bagi para kolektor, karena mesin jenis ini semakin jarang digunakan di era elektrifikasi.
Baca Juga: Rilis September 2025, Intip Bocoran Spesifikasi dan Fitur Unggulan iPhone 17 Pro
Rekor Baru di Lelang Monterey
RM Sotheby’s Monterey dikenal sebagai salah satu ajang lelang mobil paling bergengsi di dunia. Para kolektor dan pecinta otomotif dari berbagai negara datang untuk berburu mobil langka.
Kehadiran Daytona SP3 '599+1' menjadi pusat perhatian karena statusnya yang unik dan dibuat hanya satu unit di dunia ingga khirnya laku 26 juta dolar AS.
Adapun seluruh hasil penjualannya disumbangkan kepada The Ferrari Foundation yang fokus pada pendidikan dan pengembangan anak muda.***