TITIKTEMU.CO - King Abdi, dalam podcast panjangnya, mengungkapkan pengalaman pahit terkait 11 cabang restoran bebek yang pernah ia bangun.
Meski tidak menyebutkan nama brand secara spesifik, Abdi menceritakan bagaimana ia hanya dijanjikan 5% kepemilikan tanpa ada perjanjian hukum yang kuat. Lebih menyakitkan lagi, pemutusan kerja sama dilakukan hanya melalui telepon.
"Saya bukan chef atau ahli branding, tapi saya tahu betul resep yang saya ciptakan. Semua orang tahu itu bebek saya,” tegas Abdi dengan nada emosional.
Dia juga menyinggung soal mafia dalam industri kuliner yang sering kali memanfaatkan ketidaktahuan dan idealisme para kreator makanan.
Baca Juga: Menu Resep Bebek Carok Siapa Penciptanya? Simak Klarifikasinya
Publik berspekulasi bahwa restoran yang dimaksud adalah Bebek Carok milik Tretan Muslim.
Spekulasi ini makin kuat setelah nama Tretan muncul di kolom komentar tanpa membantah secara langsung, meskipun ia berjanji akan memberikan klarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman.
Sejumlah warganet mulai menggali sejarah Bebek Carok. Bahkan ada yang menanyakan langsung di kolom komentar tentang keterlibatan King Abdi dalam pendirian usaha tersebut.
Fenomena ini menyoroti pentingnya transparansi dalam kerja sama bisnis kuliner.
Tretan Muslim, yang dikenal sebagai komika dengan pendekatan santai, kini dihadapkan pada tuntutan publik untuk memberikan klarifikasi.
King Abdi, dalam podcas Kasisolusi, mengungkapkan kekecewaan mendalam tanpa menyebut nama langsung, membuat publik berspekulasi liar.
Abdi menambahkan, "Saya ini cuma lulusan SMK. Saya bukan orang pintar bisnis, saya cuma penggila rasa. Tapi saya enggak bisa diinjak harga dirinya."
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Tretan Muslim mengenai keterkaitannya dengan King Abdi dan apakah benar restoran bebek yang dimaksud adalah Bebek Carok. Publik berharap klarifikasi segera diberikan untuk menghindari fitnah berkepanjangan.***