2. Bicara dengan "Aku"
Menggunakan kalimat "Aku merasa..." lebih baik daripada "Kamu selalu..." karena terdengar kurang menyalahkan.
Contoh: "Aku merasa kesal karena pekerjaan rumah tidak selesai," lebih baik daripada "Kamu malas!"
3. Dengarkan dengan Empati
Cobalah memahami sudut pandang anggota keluarga lain.
Terkadang, hanya dengan mendengarkan, masalah sudah setengah terselesaikan.
Baca Juga: Selama Nataru, “Rest Area” 445 B Tuntang Milik Pemprov Jateng Difungsikan
4. Jangan Biarkan Masalah Mengendap
Masalah kecil yang diabaikan bisa menjadi bom waktu. Bahas segera sebelum menjadi besar.
5. Temukan Solusi Bersama
Libatkan semua pihak untuk mencari jalan keluar yang menguntungkan semua orang. Dengan begitu, solusi lebih mudah diterima.
Baca Juga: Tips agar Orang Tua Membentuk Kebiasaan Anak Menjalani Pola Hidup Sehat dan Aktif
Manfaat Menyelesaikan Konflik dengan Komunikasi yang Baik
Ketika konflik diselesaikan dengan cara yang sehat, dampaknya luar biasa:
Keluarga Lebih Dekat: Semua merasa didengar dan dihargai.