gaya-hidup

Tips Mengelola THR Saat Menjelang Lebaran Tiba Dari Pakar UNS

Jumat, 5 April 2024 | 20:00 WIB
Menghitung THR (Pixabay/Steve Buissinne )

TITIKTEMU.CO, Tunjangan Hari Raya atau THR merupakan hak yang diberikan pada karyawan/buruh untuk memenuhi kebutuhan hari raya keagamaan. Biasanya THR sudah diberikan dua minggu hingga tujuh hari sebelum Lebaran tiba.

Bagaimana mengelola THR supaya bermanfaat , ini penjelasan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Retno Tanding Suryandari S.E., M.E., Ph.D.,.

Menurut Retno THR dapat digunakan untuk keperluan di luar hari raya, namun memang sebagian besar penerima THR biasanya  menggunakan THR untuk keperluan hari raya.

“Ya, tentu bisa digunakan. Tapi biasanya sebagian besar penerima THR memanfaatkan THR itu untuk keperluan hari raya. Apakah itu untuk konsumsi, memberikan zakat, santunan, yang lain-lain terkait dengan kebutuhan hari raya,” jelas Retno.

Baca Juga: Ini Dia Cara Mengelola THR Agar Tidak Menguap Begitu Saja

Retno juga menjelaskan terkait apa saja yang perlu diperhatikan dan dihindari dalam mengelola THR. Ia menekankan pentingnya menentukan kebutuhan dasar hari raya seperti konsumsi atau transportasi bagi pekerja yang bekerja di luar kampung halamannya.

“Tentu saja (kebutuhan) dasar dulu, kebutuhan khusus hari raya yang kita hadapi apa saja. Kalau kita bicara kebutuhan dasar hari raya, pertama kita harus membayar zakat, kedua mungkin ada hutang yang bisa kita tutup dengan THR, itu juga perlu kita utamakan. Kemudian kita perlu mengalokasikan biaya untuk mudik, dan juga kebutuhan konsumsi, baik untuk snack maupun makanan besar. Kemudian ada cadangan tak terduga yang perlu dialokasikan juga,” terang Retno.

 Retno juga mengingatkan untuk tidak menggunakan seluruh uang THR untuk keperluan hari raya dan perlu dialokasikan sebagai tabungan atau dana cadangan.

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Saat Lebaran Supaya Tidak Boncos

“Kalau bisa jangan semua dihabiskan untuk merayakan hari raya. Kalau bisa, THR-pun bisa dialokasikan untuk tabungan atau untuk investasi dan cadangan darurat. Untuk besarannya, mungkin 60% dialokasikan untuk kebutuhan hari raya seperti zakat, pembayaran hutang, konsumsi, transportasi dan lain-lain, sedangan 40% untuk ditabung dan sebagai cadangan dana darurat dengan rincian 10% untuk cadangan tidak terduga, dan 30% untuk tabungan dan investasi,” pungkas Retno. 

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB