gaya-hidup

Mudik Ternyata Baru Dikenal Saat Orde Baru, Kok Bisa?

Jumat, 5 April 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi Mudik lebaran (Kemenhub)

TITIKTEMU.CO, Hari-hari ini masyarakat disibukkan dengan kegiatan mudik lebaran ke kampung halaman. Stasiun, terminal, bandara sampai pelabuhan mulai sibuk melayani penumpang. Begitupula jalan raya yang akan mulai padat menjelang hari raya nanti.

Mudik sendiri menjadi istilah yang umum dipakai untuk menggambarkan kegiatan seseorang pulang ke kampung halaman. Perjalanan untuk merayakan hari raya di kampung halaman.

Tapi ternyata istilah mudik berasal dari kata udik. Diambil dari bahasa melayu udik yang artinya hulu atau ujung. Sebab, pada masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau sering bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk. Setelah selesai urusannya, maka kembali pulang ke hulu pada sore harinya.

Ini dijelaskan oleh Antropolog UGM, Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra, “Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya.”

Baca Juga: Mehub Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal, Sebelum 5-8 April Yang Jadi Puncak Mudik

Menurut Heddy, istilah mudik mulai dikenal luas di era tahun 1970-an, setelah pada masa orde baru melakukan pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan yang menyebabkan orang melakukan urbanisasi pindah ke kota untuk menetap dan mencari pekerjaan. Ia menuturkan, mereka yang  bekerja dan hidup di kota. Lama lepas dari kerabatnya. Padahal selama di desa bisa dekat dengan kerabat.

“Kangen pasti. Menunggu libur yang agak panjang agar bisa  kumpul sangat ditunggu. Karena kita di Indonesia masyarakat muslim yang paling banyak maka lebaran Idulfitri jadi pilihan. Berbeda di Amerika dan Eropa, warganya banyak pulang kampung saat perayaan thanksgiving atau perayaan natal. Sementara di kita ya Idulfitri,” paparnya.

Akan tetapi mudik bagi sebagian orang bukan semata-mata untuk ajang kumpul keluarga. Namun, juga menjadi ajang bagi sebagian orang untuk pamer atas keberhasilan mereka di tanah perantauan.“Motivasi lain karena ingin menunjukkan ia sudah berhasil secara ekonomi,”katanya.

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB