gaya-hidup

Baca Doa Ini, Jika Ada Sahabat Atau Tetangga Yang Pamit Berangkat Mudik.

Senin, 1 April 2024 | 19:00 WIB
Satu keluarga yang akan mudik berpamitan pada tetangga (Fabian Athar)

TITIKTEMU.CO, Bila seseorang atau keluarga yang hendak mengadakan perjalanan seperti pulang ke kampung halaman (mudik) atau menempuh arus balik dianjurkan untuk berpamitan kepada sahabat , keluarga atau tetangga. Berpamitan ini untuk kita menitipkan rumah atau kabar kondisi kita jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 

Sementara sahabat , keluarga dan tetangga itu dianjurkan untuk melepas mereka yang mudik dengan doa Rasulullah SAW berikut ini:

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.

Artinya, “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”

Baca Juga: Doa Ketika Hutang Yang Semakin Menjerat

Doa ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika salah seorang sahabat Rasulullah SAW menyatakan diri untuk mengadakan perjalanan jauh.

Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Anas RA berikut ini:

وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: "زودك الله التقوى"، قال: زدني، قال: "وغفر ذنبك"، قال: زدني، قال: "ويسر لك الخير حيثما كنت" قال الترمذي: حديث حسن

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasul, aku hendak berpergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallâhut taqwâ,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta,’ jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 187).

Baca Juga: Doa Ketika Terjaga Tidur Karena Mimpi Buruk

Lafal di atas tidak hanya mengandung doa. Lafal dari Rasulullah SAW untuk mereka yang berpamitan ini juga mengandung pesan luar biasa agar sahabat tersebut tetap menjaga ketakwaan, menjaga diri dari perbuatan dosa, dan selalu berusaha memosisikan diri di jalan kebaikan.

Doa ini boleh dilafalkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah yang dipahami oleh masyarakat setempat. Wallahu a‘lam.

Sumber: https://nu.or.id/doa/doa-rasulullah-ketika-orang-mudik-berpamitan-uJQPK


Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB