TRENDING: Tsamara Amany Puji Jawaban Farel ketika Ditanya Agamanya Apa oleh Gus Miftah

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Sabtu, 8 Oktober 2022 | 19:10 WIB
Gus Miftah saat berdialog dengan Fare Prayoga terkait agamanyal  (pic/twitter Bobby)
Gus Miftah saat berdialog dengan Fare Prayoga terkait agamanyal (pic/twitter Bobby)

Sedang Evi Mariani, Co-founder, Executive Director projectmultatuli.org mencuit: Idola
banget. Farel keren. "Agamamu apa? Privasi." Tolong ini dinormalisasi.

Tambahan: Di Indonesia, yg dianggap wajar tuh nanya "agamamu apa". Pertanyaan Gus Miftah akan dianggap wajar o/ kebanyakan org. Saya ga fokus di situ. Saya fokus di keberanian Farel menjwb "privasi", krn oh betapa aku sering ingin jawab itu ke 1.000 org yg pernah nanya, tp takut.

Baca Juga: Lala Pengasuh Anak Raffi Ahmad, Dulu Pernah Setahun Nggak Boleh Pegang Rafathar. Ini Penyebabnya...

Org2 yg komen di utas ini dan bingung nanya kenapa agama privasi, kenapa susah amat jawab kalau ditanya agama, mgkn membayangkan jwbnnya cuma 6. Padahal buat sekelompok kecil org, ga sesederhana itu. Jwbnnya (yg jujur dr hati) bs panjang, bs jg bikin org itu diajak berantem.

Cuitan itu direspon @dino: Supaya tdk misleading, itu pertanyaan timbul di acara
ceramah gus miftah, farel ada disitu jd penampil, kemudian ada sesi Q&A, farel pake peci & baju koko, farel ditanya seputar islam, tp ga bs jwb. karena posisi gus miftah ga tau farel non muslim.

Baca Juga: Sah! Presiden Jokowi: Alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA

Juga dijawab @hai_ukhtea: kadang tuh nanya agama bukan karna apa2, tapi biar pas ngomong tuh lebih nyambung dan gak menyinggung.Tiwas ngobrolin hadits atau tajwid ternyata yg diajak ngomong kristen. nanti yg kristen marah2 di twitter "Dikira semua orang itu agamanya islam!"

Dan kembali direspon Evi Mariani: Saya mengagumi jawaban, tp org salah paham dikira saya memprotes pertanyaannya, dan dikira saya ngeledek Gus Miftah. Di Indonesia nanya agama itu dianggap normal, saya sadar, dan ga sdg menyoal itu.

Tentu saja negara menjamin warganya untuk menganut agama, sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Dan agama itu menjadi sebuah privasi bagi pemeluknya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Twitter, Insert Live

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X