Di Gadis Kretek, pencitraan tentang rokok kretek lebih mempesona saya daripada fiksinya. Mungkin karena jumlah dialog kurang? Lebih kental dengan narasi. Namun Gadis Kretek setingkat di atas Nyai Gowok karya Budi Rahardjo.
Pada Nyai Gowok, unsur inti cerita tentang dunia Gowok memang bagus. Tetapi saya tidak merasakan kekentalan (bahkan terlalu kental) seperti Putri dari Langit karya Nigel Cawthorne.
Akan tetapi…… Ketiga novel ini, Ronggeng Dukuh Paruk , Gadis Kretek dan Nyai Gowok adalah novel kebanggaan saya. Novel ini benar-benar menceritakan kebudayaan asli tetapi tidak membosankan, karena dibungkus di dalam fiksi. Saya belum pernah meresensi buku dengan sedemikian bergembira seperti saat meresensi ketiga buku ini.***
Artikel Terkait
5 Film Horor Terlaris dari KKN di Desa Penari Sampai Danur, Ini Peringkatnya
6 Film Iko Uwais, Semuanya tentang Perang Antar Geng
Buku Kiat Ahmad Tohari Lahirkan Novel Legendaris akan Diluncurkan di Glamping Sastra Indonesia 2022
Tayang Bulan Juli, Ini 5 Rekomendasi Film Indonesia yang Cocok Ditonton Saat Akhir Pekan
Arya Saloka, Dian Sastro dan Putri Marino akan Adu Akting di Serial “Gadis Kretek”