Kristalisasi Keringat Tukul Arwana, dari Sopir Angkot Hingga Komedian Papan Atas

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 25 September 2021 | 08:00 WIB
Tukul Arwana (Instagram @tukul.arwanaofficial)
Tukul Arwana (Instagram @tukul.arwanaofficial)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Karir Tukul Arwana di dunia hiburan benar-benar sedang berada di puncak saat menjadi presenter “Empat Mata” di TV7 (Trans7).

Lewat gayanya yang polos dan ndeso,  Tukul membuat program takshow itu selalu ditunggu pemirsa.

Dari progam itu pula kemudian muncul kata-kata ikonik, seperti “kembali ke laptop”, “kristalisasi keringat”, “Puas??? Puas???”, teriakan “Eaaaa… Eeaaa...’‘ dan lainnya.

Baca Juga: Tak Sadarkan Diri, Tukul Arwana Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Pendarahan Otak

Tukul sukses membawakan acara ini. Program yang ditayangkan pertama kali pada September 2005 itu melambungkan namanya sebagai komedian dan presenter papan atas .

Meski di balik kesuksesannya, “Empat Mata” sempat beberapa kali kena tegur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dianggap kelewat batas.

Pada tahun 2007, “Empat Mata” ditegur karena kepleset menampilkan adegan Sumanto si manusia kanibal. Setahun kemudian, adegan manusia makan katak hidup-hidup lolos dalam acara itu.

Baca Juga: Tukul Arwana Dilarikan ke Rumah Sakit,  Vega Darwanti: Bismillah ya Allah...

KPI pun menghentikan secara permanen tayangan “Empat Mata”. Namun, tak lama kemudian “Empat Mata” berganti nama menjadi “Bukan Empat Mata”.

Penghargaan Panasonic Awards diraih program ini dua kali berturut-turut pada tahun 2009 dan 2010 untuk kategori talkshow hiburan.

Selama 11 tahun “Bukan Empat Mata” menjadi acara talkshow nomor satu. Lewat tayangan ini pula Tukul berjasa mempopulerkan artis-artis pendampingnya.

Baca Juga: Jalani Operasi Selama Tiga Jam, Begini Kondisi Tukul Arwana

Sebut saja Vega Darwanti,  Chintya Sari, Sarah Wijayanto, dan Wika Salim. Mereka ikut menikmati nama besar Tukul.

Hingga akhirnya, “Bukan Empat Mata” dihentikan tayang oleh Trans7 pada 2016 entah apa alasannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X