Baca Juga: Menko Polhukam Sebut Banyak Kejanggalan dalam Kasus Penembakan di Rumah Kadiv Propam
Saat itu Romo mengatakan hal ini :
“Romo belum mampu beli mbako di gudang yang itu. Karena kalau kita beli di gudang itu, berarti kita harus menaikkan harga kretek. Kalau kita menaikkan harga kretek, Romo berani bertaruh, kemungkinan pelanggan kita akan pindah ke kretek lain, sebab kretek kita jadi terlalu mahal. Itu berarti, kretek kita ndak laku. Kalau ndak laku, berarti Romo ndak bisa membayar pegawai. Kamu mengerti?” (hlm. 43)
Kretek Djagad Raja lebih dikenal luas karena gethok tular. Berbeda dengan kretek lain yang promosi lewat iklan di koran maupun televisi. Kretek Djagat Raja telah melewati lintas zaman. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, dan kini zaman modern di mana orang dengan mudah menemukan kretek jenis apapun di toko maupun warung pinggir jalan.
Lebas tak habis pikir kenapa Romo menyuruhnya dan kedua kakaknya untuk mencari Jeng Yah, perempuan yang katanya menjadi cinta pertama Romonya.
Baca Juga: Simak Kegiatan Apa Saja Personil Sat Polairud di Pemalang dan Cilacap Hari ini!
“Kamu tahu bekas luka di jidat Romo itu?”
“Nah, itu luka bukan sembarang luka. Orang yang mukul pake semprong petromaks ke jidat Romo itu, ya Jeng Yah”
“Hah?”
“Iya, dan… Jeng Yah mukul semprong itu sewaktu hari pernikahan Romo dan Ibu.”(hlm. 47)
Dalam perjalanan mencari Jeng Yah, Lebas sempat merasakan kretek jenis lain yang ditawarkan oleh temannya di Cirebon, namun rasanya mirip dengan Kretek Djagad Raja. Kretek ini sangat mirip hingga Lebas mengira itu kretek KW kesekian dari kretek buatan pabrik keluarganya.
Dalam pencarian sosok Jeng Yah, Lebas, dan Tegar menemukan kisah tentang asal usul kretek keluarganya. Di antara keresahan karena mencari Jeng Yah, ternyata tersimpan kisah cinta yang rumit yang membawa mereka pada kisah bisnis kretek tiga generasi. Mulai dari kisah cinta Idroes Muria-Roemaisa-Soedjagat, kisah hidup Dasiyah-Soeraja, dan kisah keluarga Tegar-Karim-Lebas.
Jeng Yah dulunya seorang pemilik Kretek Gadis, kretek lokal kota M yang terkenal di zamannya. Jeng Yah dan Pak Raja, memiliki hubungan cinta sebelum Pak Raja menikah dengan istrinya.
Baca Juga: Akun Twitter Ini Pernah Ungkap Perbuatan Terlarang Guru MA di Magelang