TITIKTEMU.CO - Novel “Gadis Kretek” karya Ratih Kumala kini banyak diperbincangkan netizen di jagat maya. Mereka ingin mengerti sinopsis novel yang akan dijadikan serial di Netflix Indonesia itu.
Novel “Gadis Kretek” yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini, juga diresensi di beberapa media. Salah seorang peresensi yaitu Ila Rizky pada 14 Pebruari 2021 di resensi.ilarizky.com.
Baca Juga: Haji 2022 : Ibadah Haji Usai, 15 Juli Jamaah Haji Mulai Pulang, Penjemputan Mesti Patuhi Prokes
Tidak tanggung-tanggung, Ila Rizky memberi bintang 5 untuk novel “Gadis Kretek” itu. Kepo dengan resensi novel ini? TITIKTEMU membagikannya untuk para netizen:
Kaya Wangi Tembakau, Sarat Aroma Cinta
Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya : Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang ayah.
Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim, dan Tegar bertemu dengan pelinting tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor satu di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.
Rasa ‘gurih’ yang dihasilkan dari kretek yang dibuat keluarga Tegar, membuat cita rasa kretek itu istimewa. Itulah yang disebut Romonya sebagai rasa yang otentik. Rasa yang akan membuat orang ingin kembali lagi menikmati kretek buatannya.
“Gurih itu rasa puas yang membuat orang lain merasa cukup dengan yang itu saja, tak perlu mencoba yang lain, sehingga nantinya akan kembali lagi untuk mencicip rasa gurih itu.” (hlm. 34)
Baca Juga: LEG 1 FINAL PIALA PRESIDEN 2022: Borneo FC Boyong 24 Pemain ke Malang
Sejak masih sekolah, Tegar sudah diajari bagaimana cara membedakan kretek yang bagus dan tidak. Bahkan ia tahu seluk beluk pabrik kretek lengkap dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Romo memberinya amanah agar ia kelak bisa meneruskan bisnis keluarganya.
Tegar pun disuruh magang menjadi buruh giling di pabrik saat liburan tiba, agar ia tahu bagaimana rasanya bekerja di pabrik kretek.
Tegar juga diajari cara mencari bahan kretek yang bagus. Romo pernah mengajaknya untuk belanja tembakau dan cengkih di desa Legoksari, Temanggung. Ia heran kenapa Romo membeli mbako di gudang yang lebih ramai, padahal ada gudang yang lebih sepi.