Widya adalah mahasiswa yang pertama kali mengusulkan Desa Penari sebagai tujuan KKN. Sampai akhirnya desa tersebut dipilih karena masih asri dan lokasinya terpencil.
Saat para mahasiswa melintasi tengah hutan menuju Desa Penari, Nur melihat sosok wanita cantik menari di atas batu. Wanita itu sempat tersenyum sebelum menghilang. Sejak itu Nur mulai was-was.
4. Kepala Desa awalnya tidak mengizinkan KKN
Rombongan mahasiswa yang di Desa Penari sempat ditolak kepada kepala desa setempat, Pak Parbu. Alasannya, selama ini desa setempat belum pernah menjadi lokasi KKN.
Baca Juga: Jangan Baper! Ini 7 Film Romantis yang Cocok Ditonton Saat Valentine
Namun, karena rombongan datang dari tempat yang jauh, kepala desa akhirnya mengizinkan dengan persyaratan tertentu. Salah satunya mahasiswa tidak dilarang melewati garis pantangan.
Pak Prabu sempat menunjukkan sebuah tapak tilas desa, garis pembatas yang tidak boleh dilewati siapa pun.
5. Tempat pemandian keramat
Desa Penari memiliki tempat pemandian keramat, yaitu sinden. Saat Widya dan Nur mandi di sinden, Nur mencium baum anyir daging busuk. Dia juga merasa ada yang menyentuh tubuhnya saat mandi.
Baca Juga: Film Negeri 5 Menara, Kisah Kehidupan Santri Cocok Ditonton Saat Lebaran
Sinden berupa bangunan mirim candi yang biasa digunakan warga setempat untuk mandi atau kegiatan lain, seperti mencuci. Sinden misterius itu rupanya angker, penunggu mengikuti Widya dan Nur pulang ke pondokan.
6. Dua mahasiswa meninggal dunia
Setelah melewati banyak teror dan kejadian mistis, kegiatan KKN jadi kacau. Apalagi setelah dua mahasiswa, Ayu dan Bima, melanggar aturan adat desa.
Keduanya kesurupan terus-menerus sampai sekarat. KKN kemudian dihentikan, pihak keluarga dan kampus menjemput para mahasiswa keluar lokasi KKN.
Baca Juga: Lewat film Fritzchen Joko Anwar Debut Sutradara Hollywood