Meski begitu, Joko tidak menutup kemungkinan versi perempuan benar-benar akan dibuat. Ia menyebut bahwa proyek tersebut bisa menjadi menarik jika film pertamanya meraih kesuksesan besar.
Baca Juga: Trailer Heresy Bikin Merinding! Horor Folklor Belanda Siap Tayang 1 Mei 2026
Sukses Film Pertama Bisa Jadi Kunci
Joko Anwar mengungkapkan keberhasilan Ghost in The Cell akan menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan proyek ini.
Jika film pertama mendapat respons positif, peluang pengembangan cerita dari sudut pandang perempuan akan semakin terbuka.
Pendekatan ini dinilai menarik karena dapat memperluas semesta cerita tanpa harus mengulang formula yang sama. Perspektif perempuan diyakini mampu menghadirkan nuansa baru yang lebih emosional.
Selain itu, eksplorasi karakter perempuan dalam situasi ekstrem seperti di dalam penjara juga membuka peluang konflik yang lebih beragam dan mendalam.
Baca Juga: Review Ikatan Darah: Aksi Brutal Indonesia dengan Emosi Keluarga yang Menggigit
Fokus ke Proyek Besar Lain
Saat ini, Joko Anwar memilih untuk fokus pada sejumlah proyek film yang sudah diumumkan sebelumnya. Salah satu yang paling dinanti adalah Pengabdi Setan 3: Origin.
Film ini merupakan kelanjutan dari franchise horor populer yang sukses besar di Indonesia. Teaser awalnya bahkan hanya bisa disaksikan di penayangan perdana Ghost in The Cell.
Selain itu, Joko juga tengah menyiapkan film drama-romansa berjudul The Charms in Broken Thing, yang menjadi proyek berbeda dari karya-karyanya selama ini.
Baca Juga: Review Film Michael: Visual Spektakuler, Kisah King of Pop yang Kurang Emosional
Eksplorasi Genre Baru hingga Film Keluarga
Tak berhenti di situ, Joko juga mengembangkan proyek berjudul Perkasa Seperti Air. Film ini akan mengusung genre fantasi keluarga dengan rating semua umur, yang menjadi langkah baru dalam kariernya.