Tak hanya menghadirkan kisah horor, film ini juga menyuguhkan keindahan alam Belitung. Mulai dari pesisir hingga kawasan hutan yang lebat menjadi latar visual yang memperkuat suasana cerita.
Antusiasme Warga
Proses produksi film ini juga diwarnai antusiasme masyarakat setempat. Warga Belitung terlihat bersemangat menyaksikan langsung proses syuting, bahkan hingga malam hari.
Kehadiran warga di lokasi pengambilan gambar justru menjadi energi tambahan bagi para kru dan pemain. Interaksi hangat yang terjalin menciptakan suasana kerja yang lebih hidup.
Dengan konsep yang mengangkat budaya lokal dan cerita yang kuat, film ini diharapkan mampu memberikan warna baru dalam industri film horor Indonesia.
Film The Bell: Panggilan untuk Mati dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026, dan siap menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi para penonton.***