TITIKTEMU.CO - Gunko bukan sekadar antagonis baru di arc Elbaph, melainkan potongan tragedi panjang One Piece yang menyamar dalam wujud Kesatria Dewa.
Kemunculan pertama Gunko di bab 1134 langsung terasa “tidak biasa” karena ia tiba di Elbaph melalui lingkaran sihir, metode yang sebelumnya hanya diasosiasikan dengan Gorosei dan kekuatan elit Mary Geoise.
Detail kecil ini memantik spekulasi besar di kalangan penggemar, sebab Elbaph bukan tempat sembarangan dan kemunculan dengan cara sakral semacam itu nyaris selalu menandakan campur tangan kekuasaan tertinggi dunia.
Kecurigaan itu akhirnya terkonfirmasi ketika manga menegaskan bahwa Gunko memang datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai alat dari kekuatan yang jauh lebih gelap.
Baca Juga: Romi Jahat Berpulang: Jejak Lirik Perlawanan Sang Ikon Punk Jakarta
Status Kesatria Dewa dan Kesalahan Identitas
Bab 1136 mengungkap fakta penting: Gunko adalah bagian dari God’s Knights, pasukan elit Mary Geoise yang berdiri di atas hukum dunia.
Menariknya, saat pertama diperkenalkan, Gunko tidak menyandang gelar “Saint” seperti Figarland Garling, pemimpin God’s Knights, yang sempat memunculkan teori bahwa posisinya berada di bawah struktur bangsawan suci.
Namun, versi manga cetak kemudian meluruskan kekeliruan tersebut, bahkan dalam kilas balik God Valley, Gunko secara eksplisit disebut sebagai Saint, menandakan status resminya sebagai Tenryuubito.
Baca Juga: Playlist Ramadan yang Menenangkan Hati: Lagu Religi Pilihan untuk Menyambut Bulan Penuh Berkah
Aro Aro no Mi dan Kekerasan yang Elegan
Kekuatan Gunko berasal dari Aro Aro no Mi, buah iblis yang memungkinkannya menciptakan pita menyerupai perban dengan ujung anak panah.
Kemampuan ini bukan hanya ofensif, melainkan juga taktis, karena Gunko dapat melilit, menekan, bahkan mencekik lawan dari jarak jauh, termasuk raksasa Elbaph.
Yang membuatnya mengerikan bukan sekadar daya rusaknya, melainkan presisi dan kontrolnya, seolah kekerasan itu telah menjadi bahasa yang ia kuasai sejak lama.