Saat mencari pengganti di hutan, hidup mereka berubah jadi naskah nyata.
Seekor anaconda raksasa muncul dan menyerang, menempatkan mereka dalam situasi yang sama persis dengan film yang sedang mereka buat ulang.
Absurd Bukan Masalah Utama
Keanehan cerita sebenarnya bukan dosa terbesar film ini.
Justru kesadaran dirinya sebagai parodi membuat semua kegilaan itu masih bisa diterima.
Masalah sesungguhnya ada pada cerita yang setengah matang.
Alurnya berantakan, penuh jalan pintas, dan sering kali kehilangan logika.
Ditambah lagi subplot tentang Ana, seorang perempuan yang kabur dari penambang emas ilegal.
Kisah ini terasa tempelan dan bisa dihapus tanpa mengubah apa pun.
Komedi yang Lupa Cara Mengundang Tawa
Sebagai film yang menjual label komedi, Anaconda versi baru gagal total di titik ini.
Lelucon sering jatuh datar, bahkan memancing keheningan di ruang bioskop.
Sesekali ada sindiran cerdas soal industri Hollywood.
Namun sebagian besar humor terasa tanggung, klise, bahkan kekanak-kanakan.
Pemain Terjebak Naskah Dangkal