entertainment

Rumah Dijarah Usai Demo, Uya Kuya Ungkap Pilu Kehilangan Kenangan Keluarga

Senin, 29 September 2025 | 20:22 WIB
Artis Uya Kuya mengaku kecewa setelah kediamannya dijarah oknum demonstrasi pada akhir Agustus 2025. (Instagram.com/@king_uyakuya)

TITIKTEMU.CO – Pemandangan memilukan menyambut artis sekaligus anggota DPR nonaktif, Uya Kuya, bersama istrinya Astrid, ketika mereka kembali ke rumah di kawasan Jakarta Timur setelah hampir sebulan insiden penjarahan saat demonstrasi besar pada Sabtu, 20 Agustus 2025.

Untuk pertama kalinya, pasangan ini menjejakkan kaki lagi ke kediaman yang kini hanya menyisakan dinding penuh coretan, ruangan kosong, dan kenangan keluarga yang hilang. Lewat unggahan media sosial, Uya menceritakan bagaimana rumah yang dulu penuh canda tawa berubah menjadi bangunan rusak tanpa perabotan.

Baca Juga: Fakta Terkini Kasus Keracunan Massal MBG di Bandung Barat: Temuan Bakteri, Evaluasi Program, hingga Usulan Dapur Sekolah

Televisi, sofa, hingga barang penting lainnya raib, bahkan kucing peliharaan pun ikut hilang. Yang membuat hati semakin perih, banyak barang bernilai kenangan dari masa kecil anak-anak mereka, Cinta dan Nino, juga musnah.

Dalam video YouTube yang dipublikasikan Senin, 29 September 2025, Astrid tampak menangis saat menyaksikan kondisi rumah. Uya mengaku bisa menerima jika harta pribadinya hilang, namun sulit memaafkan ketika kenangan keluarga ikut dijarah.

“Silahkan maki-maki saya, kalian mau fitnah apa pun, hina saya, silahkan. Tapi jangan hina keluarga saya, anak-anak saya,” tegas Uya dalam unggahan Instagram @king_uyakuya.

Baca Juga: MK Batalkan UU Tapera: Iuran Wajib Dihapus, Skema Tabungan Jadi Sukarela

Rumah Rusak, Kenangan Sirna

Dalam unggahan Instagram lainnya, Uya menunjukkan kondisi ruang tengah yang kosong, perabotan hilang, dan coretan bernada kasar memenuhi dinding. Beberapa coretan bahkan ditujukan langsung pada keluarganya.

“Pertama kali masuk ke rumah kita yang dijarah,” tulisnya.

Astrid hanya bisa menatap kosong, mencoba mengingat barang-barang yang pernah ada di rumah mereka.

Suara Keluarga yang Tersakiti

Bagi Uya, kehilangan terbesar bukanlah barang mewah, melainkan benda penuh kenangan keluarga. Ia menegaskan bahwa barang-barang milik keluarga yang raib jauh lebih berharga dibanding miliknya pribadi.

Baca Juga: Pengamat Ekonomi Nilai Sistem Deteksi Dini Bank Selamatkan Dana Rp204 Miliar dari Sindikat Pembobolan Rekening

Halaman:

Tags

Terkini