TITIKTEMU.CO - Trilogi penutup Kimetsu no Yaiba resmi dimulai lewat film Infinity Castle. Sebagai arc terakhir dalam manga legendaris, film ini hadir dengan ekspektasi setinggi langit.
Studio Ufotable pun memilih langkah berani: mengemas cerita pamungkas ini dalam format film, bukan serial.
Bagian pertama diberi judul Infinity Castle Part 1: Akaza Returns. Film ini bukan sekadar pembuka, tapi juga “etalase” untuk menunjukkan seberapa megah kualitas dua film lanjutan nanti.
Baca Juga: OTT KPK, Noel, dan Deretan Kendaraan Mewah: Dari Nissan GT-R R35 hingga Ducati Miliaran
Pertaruhan Ufotable yang Berbuah Manis
Selama 155 menit, penonton disuguhi kombinasi cerita, visual, dan musik yang terasa solid.
Ufotable paham betul potensi besar Demon Slayer dan berhasil menghidupkan kembali intensitas yang sama seperti di serial, bahkan melampauinya.
Keputusan untuk menjadikan kastil iblis sebagai latar utama ternyata jitu.
Alih-alih terasa membosankan, latar tunggal ini justru dipoles menjadi arena pertempuran penuh kejutan dengan arsitektur yang bisa berubah bentuk setiap saat.
Tiga Pertarungan, Tiga Babak Intens
Film ini fokus pada tiga pertarungan penting:
- Shinobu Kocho vs Doma
- Zenitsu vs Kaigaku
- Tanjiro & Giyu Tomioka vs Akaza
Meskipun dipisah ke dalam tiga babak yang seolah seperti cerita terpisah, sutradara Haruo Sotozaki berhasil menjahit semuanya dengan satu benang merah: misi menumbangkan Muzan dan menghapus iblis dari dunia.