Masalah berlanjut ketika Abidzar kembali melontarkan komentar yang menyebut penggemar drakor fanatik dan rasis. Dia bahkan mengaku tidak peduli dengan reaksi warganet.
Ucapan-ucapan ini memicu kemarahan besar di media sosial. Seruan boikot pun bermunculan, menyebar cepat, dan berdampak langsung pada jumlah penonton di bioskop.
Meskipun pihak rumah produksi Falcon Pictures dan Abidzar telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, namun sentimen negatif terlanjur berkembang luas di masyarakat.
Baca Juga: Link Nonton We Were Liars Sub Indo, Sinopsis Dan Daftar Pemeran Utama
Tayang di Netflix
Setelah gagal di bioskop, A Business Proposal versi Indonesia ditayangkan di Netflix pada 12 Juni 2024. Di luar dugaan, film ini langsung menarik perhatian dan melonjak ke puncak daftar film terpopuler Netflix Indonesia.
Dalam waktu singkat, film ini menyalip posisi film-film lainnya seperti Pulung Gantung dan Perayaan Mati Rasa, yang sebelumnya menduduki peringkat atas.
Apa yang membuat film ini sukses besar di Netflix, meski sebelumnya dianggap gagal saat tayang di layar lebar? Faktor akses yang lebih mudah menjadi salah satu penentu.
Netflix memungkinkan pengguna untuk menonton kapan saja dan di mana saja. Hal ini membuka akses lebih luas, termasuk bagi mereka yang sempat penasaran namun enggan membayar tiket karena kontroversi.
Faktor viral karena kontroversi sepertinya justru membuat banyak orang penasaran. Aksi boikot membuat film ini semakin terkenal. Rasa penasaran masyarakat meningkat, dan banyak yang akhirnya menonton.
Lebih dari itu, film dengan genre komedi romantis seperti A Business Proposal versi Indonesia banyak diminati, selain genre horor, dan drama yang mengahru biru.
Selanjutnya, setelah viral karena kontroversi, film ini tetap dibicarakan secara luas di media sosial. Banyak yang membagikan ulasan, kritik, maupun pujian. Hal ini membuat algoritma Netflix justru merekomendasikan film ini.
Baca Juga: Link Nonton dan Spoiler Oh My Ghost Clients Episode 5-6
Sinopsis A Business Proposal
Film merupakan remake dari drama Korea berjudul sama. Mengisahkan Sari (Ariel Tatum), seorang wanita yang bekerja sebagai analis makanan di Bowo Foods.