Tidak hanya dari Bupati, kritik juga datang dari anggota DPR RI, Rusdi Masse.
Ia meminta Nathalie untuk meminta maaf dan menyarankan agar lebih baik membuat konten promosi wisata Sidrap daripada video saweran.
Nathalie merespons permintaan tersebut dengan menjelaskan bahwa konteks video viral dan promosi wisata adalah dua hal yang berbeda.
“Kalau pun saya diminta bantu promosi kota Sidrap, saya siap dengan senang hati. Tapi masalah ini lain ceritanya,” ujar Nathalie.
Tanggapan soal Demo Menolak Club Malam
Nathalie juga menanggapi kabar adanya demo yang menolak keberadaan club malam di Sidrap.
Ia mempertanyakan mengapa dirinya yang diseret dalam isu tersebut, padahal sudah banyak DJ lain yang juga tampil dan menerima saweran sebelumnya.
“Kalau memang keberatan dengan keberadaan club, kenapa club-nya tidak ditutup saja? Kenapa justru saya yang disalahkan? Saya jadi risih, merasa terganggu dengan pekerjaan saya,” katanya.
“Jujur, saya sedih, bingung, dan kecewa,” lanjutnya.
Nathalie Holscher merasa dirinya menjadi kambing hitam dalam kontroversi yang seharusnya bukan tanggung jawab pribadinya.
Ia tetap pada pendiriannya untuk tidak meminta maaf karena merasa telah bekerja sesuai profesionalisme.
Polemik ini menyoroti perbedaan pandangan antara ekspresi seni hiburan dengan nilai-nilai lokal yang berlaku di suatu daerah.
Baca Juga: Kemenag Perpanjang Batas Akhir Pelunasan Biaya Haji 2025 hingga 25 April, Ini Alasannya