Monster Pabrik Rambut: Horor Sosial tentang Nasib Pekerja Kerah Biru di Balik Mesin Industri

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 23 April 2026 | 15:44 WIB
Monster Pabrik Rambut: Horor Sosial tentang Nasib Pekerja Kerah Biru di Balik Mesin Industri. (Palari Films)
Monster Pabrik Rambut: Horor Sosial tentang Nasib Pekerja Kerah Biru di Balik Mesin Industri. (Palari Films)

Berbeda dari film horor pada umumnya, film ini tidak hanya mengandalkan teror dari makhluk gaib. Edwin bersama Eka Kurniawan yang turut menulis skenario, menyuguhkan konsep horor yang lebih kompleks.

Dalam film ini, karakter tidak sepenuhnya terjebak tanpa jalan keluar, melainkan memiliki pilihan, meski pilihan tersebut tidak selalu mudah.

Salah satu elemen paling menyeramkan dalam film ini justru bukan berasal dari hal supernatural. Edwin menyoroti bagaimana para pekerja menormalisasi kecelakaan kerja sebagai bagian dari rutinitas.

Fenomena ini dianggap sebagai bentuk ketakutan yang lebih nyata, karena menunjukkan sejauh mana manusia bisa bertahan dalam kondisi yang tidak manusiawi.

Baca Juga: Nonton Dilan ITB 1997 Lebih Awal di Bandung, Harga Tiket Cuma Rp1.997! 

Daftar Pemain Ternama Perkuat Cerita

Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris berbakat, termasuk Iqbaal Ramadhan, Lutesha, dan Rachel Amanda. Selain itu, ada juga Sal Priadi dan Luqman Kev.

Salah satu hal menarik dari film ini adalah keterlibatan Didik Nini Thowok yang memerankan karakter Mariati. Karakter ini berperan penting dalam alur cerita.

Menurut Edwin, keterlibatan Didik sudah direncanakan sejak awal proses penulisan naskah, bahkan sebelum skenario benar-benar selesai.

Perspektif Pekerja dari Sudut Pandang Karakter

Iqbaal Ramadhan yang memerankan karakter Bona mengungkapkan bahwa film ini mencoba menghadirkan perspektif pekerja secara lebih manusiawi.

Dia menjelaskan kecelakaan kerja sering kali bukan semata-mata kesalahan individu. Ada faktor sistem, tekanan kerja, hingga kebutuhan ekonomi yang membuat pekerja harus mengambil risiko.

Film ini juga menyoroti bagaimana standar keselamatan kerja kadang hanya menjadi formalitas. Meski aturan sudah ada, implementasinya sering kali diabaikan demi efisiensi waktu dan keuntungan.

Hal ini menciptakan situasi yang rentan bagi para pekerja, yang pada akhirnya mereka harus menanggung risiko besar mengalami kecelakaan kerja.

Baca Juga: The WONDERfools, Serial Superhero Korea Netflix Tayang Mei 2026 dengan Cerita Anti Mainstream 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X