Trailer Dilan ITB 1997 Tuai Kontroversi Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih,  Soeharto’  

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 6 April 2026 | 21:13 WIB
Trailer Dilan ITB 1997 Tuai Kontroversi Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih,  Soeharto’   (Falcon Pictures)
Trailer Dilan ITB 1997 Tuai Kontroversi Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih,  Soeharto’   (Falcon Pictures)

 

TITIKTEMU.CO - Falcon Pictures baru saja merilis trailer Dilan ITB 1997. Namun, film ini justru memicu kontroversi di media sosial.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Ariel NOAH yang memerankan Dilan versi mahasiswa. Pergantian ini sudah cukup mengejutkan, mengingat karakter Dilan begitu melekat dengan sosok lama.

Trailer singkat menampilkan suasana Bandung di akhir 1990-an, lengkap dengan latar gejolak mahasiswa menjelang reformasi. Nuansa sejarah terasa kental.

Baca Juga: Netflix Rilis Trailer Beef’ Season 2, Cek Sinopsis dan Jadwal Tayangnya 

Adegan Penutup yang Jadi Pemicu Kontroversi

Puncak perhatian publik muncul di bagian akhir trailer. Dalam adegan itu,  Dilan dan teman-temannya terlihat menonton siaran televisi yang menayangkan pengunduran diri Soeharto pada Mei 1998.

Saat mahasiswa lain bersorak merayakan berakhirnya Orde Baru, Dilan justru menunjukkan ekspresi datar. Dia kemudian mengucapkan kalimat singkat yang langsung memicu perdebatan luas.

“Terima kasih, Soeharto,” ujar Dilan dalam cuplikan tersebut. Dialog ini sontak menjadi viral dan memancing berbagai reaksi dari netizen.

Baca Juga: Euphoria Season 3 Tayang 12 April, Melanjutkan Luka yang Belum Selesai di Musim Kedua

Reaksi Netizen: Antara Kritik dan Tafsir Satir

Banyak warganet mempertanyakan makna di balik dialog tersebut. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap sejarah kelam era Orde Baru dan perjuangan mahasiswa saat itu.

Namun, ada juga yang mencoba melihatnya dari sudut pandang lain. Mereka menilai kalimat tersebut bisa saja merupakan bentuk sarkasme atau sindiran khas karakter Dilan yang dikenal unik dan sulit ditebak.

Perdebatan ini semakin ramai karena belum ada penjelasan dari pihak produksi. Hal ini membuat publik semakin penasaran dengan konteks sebenarnya dalam film.

Baca Juga: Film Indonesia 2026, Danur Juara dengan 3 Juta Penonton

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X