Sukses di Berbagai Festival Film Internasional, Crocodile Tears Siap Tayang Bioskop Indonesia

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 6 April 2026 | 19:05 WIB
Sukses di Berbagai Festival Film Internasional, Crocodile Tears Siap Tayang Bioskop Indonesia. (Tala Media)
Sukses di Berbagai Festival Film Internasional, Crocodile Tears Siap Tayang Bioskop Indonesia. (Tala Media)

TITIKTEMU.CO - Film Crocodile Tears debut panjang sutradara Tumpal Tampubolon dipastikan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026,.

Film ini mencuri perhatian di berbagai festival film dunia. Salah satunya diputar di  Toronto International Film Festival 2024, yang dikenal sebagai salah satu festival film paling bergengsi di dunia.

Tak berhenti di situ, Crocodile Tears juga sempat diputar di Busan International Film Festival 2024 untuk pemutaran perdana di Asia.

Baca Juga: Laura Dern Bintangi Serial Kasus Jeffrey Epstein, Kisah Jurnalis yang Bongkar Skandal Besar

Drama Keluarga dengan Nuansa Psikologis dan Realisme Magis

Dibintangi Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, film ini menyajikan kisah keluarga yang tidak biasa.

Kisahnya berpusat pada sosok Mama, seorang ibu tunggal yang membesarkan anaknya, Johan, di sebuah taman buaya tua yang terisolasi.

Tempat tersebut bukan sekadar latar, melainkan simbol dunia kecil yang membentuk cara pandang Johan terhadap kehidupan.

Mama berusaha melindungi anaknya dari dunia luar yang dianggap berbahaya, menciptakan kehidupan yang tampak tenang namun sebenarnya penuh batasan.

Konflik mulai muncul ketika Johan membawa Arumi ke dalam kehidupan mereka. Kehadiran orang ketiga ini memicu retakan dalam hubungan ibu dan anak.

Baca Juga: Liburan Sekolah Makin Seru! Petualangan Mario di Dunia Jamur yang Bikin Anak Betah di Rumah

Ketegangan Emosional dan Makna Cinta yang Gelap

Seiring waktu, sikap Mama terhadap hubungan Johan dan Arumi berubah menjadi semakin aneh dan menegangkan. Dia mulai menunjukkan sisi protektif berlebihan, hingga memicu konflik.

Film ini mengeksplorasi batas antara cinta dan kepemilikan. Apa yang awalnya terlihat sebagai kasih sayang perlahan berubah menjadi sesuatu yang menyesakkan dan penuh tekanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X