Banyak Kritik, Pelangi di Mars Jadi Film Lebaran 2026 dengan Rating Terendah

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 27 Maret 2026 | 16:05 WIB
Banyak Kritik, Pelangi di Mars Jadi Film Lebaran 2026 dengan Rating Terendah. (Mahakarya Pictures)
Banyak Kritik, Pelangi di Mars Jadi Film Lebaran 2026 dengan Rating Terendah. (Mahakarya Pictures)

TITIKTEMU.CO - Film Pelangi di Mars menjadi perbincangan di tengah musim Lebaran 2026. Ini terkait dengan rentetan kritik dan kontroversi yang membuat ratingnya rendah.

Disutradarai Upi Avianto, film bergenre fiksi ilmiah ini sebelumnya digadang-gadang sebagai proyek ambisius yang membawa standar baru bagi industri perfilman Indonesia.

Sayangnya, ekspektasi tinggi tersebut justru berbanding terbalik dengan hasil yang diraih di lapangan. Di bioskop, film ini sepei penonton, kalah dibandingkan deretan film lain yang tayang di periode sama.

Baca Juga: The King’s Warden Tembus 15 Juta Penonton di Korea, Cek Jadwal Tayang di Bioskop  Indonesia   

Kisah Petualangan di Planet Mars

Pelangi di Mars mengangkat cerita tentang seorang anak perempuan bernama Pelangi (Keinaya Messi Gusti). Dia dikisahkan lahir dan besar di planet Mars bersama ibunya serta sekelompok astronot.

Konflik mulai muncul saat Pelangi harus bertahan hidup sendirian di planet merah tersebut. Dalam kesendiriannya, dia bertemu tiga robot tua yang kemudian menjadi sahabat sekaligus rekan petualangan.

Mereka bersama-sama menjalani misi penting: mencari mineral langka yang dipercaya mampu memurnikan air di Bumi dan menyelamatkan umat manusia.

Namun perjalanan tersebut tidak mudah, karena mereka harus menghadapi kondisi ekstrem Mars hingga ancaman dari pihak yang ingin menguasai sumber daya tersebut.

Baca Juga: Netflix Lebaran 2026 Dikuasai Film Horor Lokal! Ini Daftar Top 10 yang Bikin Merinding 

Produksi Besar dengan Teknologi Canggih

Film ini merupakan proyek unggulan dari Mahakarya Pictures yang disebut-sebut memiliki anggaran produksi terbesar sepanjang sejarah perusahaan tersebut.

Dalam proses pembuatannya, tim produksi memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) serta CGI mutakhir untuk menciptakan visual Mars yang terlihat realistis.

Dari sisi konsep, Pelangi di Mars dianggap sebagai langkah maju untuk genre fiksi ilmiah Indonesia yang masih jarang digarap secara serius.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X